Lompat ke konten
Kamis, 13 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pelabuhan Jeddah Jadi Titik Utama Layanan AE19 dan E16 Aliansi Gemini

Otoritas Pelabuhan Arab Saudi menetapkan Pelabuhan Jeddah sebagai titik utama layanan AE19 dan E16 aliansi Gemini, memperkuat konektivitas ke Asia dan Eropa.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Pelabuhan Jeddah tampak dari udara

Poin Utama

AI

Otoritas Umum Pelabuhan (Mawani) mengumumkan penguatan posisi Pelabuhan Jeddah sebagai titik utama dalam layanan AE19 dan E16 dari aliansi Gemini Cooperation, yang terdiri dari Maersk dan Hopog Lloyd. Pembaruan rute kedua layanan ini memungkinkan pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, sehingga memperkuat konektivitas langsung Arab Saudi dengan pasar utama di Asia dan Eropa.

Pembaruan ini mencerminkan peran sentral Pelabuhan Jeddah dalam jaringan pengiriman global. Layanan AE19 kini memasukkan pelabuhan ini dua kali dalam satu siklus operasional: pertama saat perjalanan dari Asia menuju Mediterania, dan kedua saat perjalanan kembali ke selatan. Hal ini memberikan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi arus kargo dari dan ke Arab Saudi.

Penunjukan Pelabuhan Jeddah sebagai titik utama kedua layanan tersebut merupakan kelanjutan dari keunggulan letak strategisnya di Laut Merah, didukung oleh kapasitas operasional dan infrastruktur yang maju. Hal ini meningkatkan daya tarik pelabuhan bagi jalur pelayaran internasional dan memperkuat perannya sebagai gerbang utama Arab Saudi di salah satu jalur perdagangan dunia terpenting.

Layanan E16 menghubungkan Pelabuhan Jeddah dengan pelabuhan Qingdao dan Tianjin di Tiongkok, Gwangyang di Korea Selatan, Lanjung Pelipas di Malaysia, melalui Terusan Suez, serta pelabuhan Port Said dan Damietta di Mesir, Kolombo di Sri Lanka, dan Singapura.

Sementara itu, layanan AE19 menghubungkan Pelabuhan Jeddah dengan pelabuhan Shanghai, Qingdao, dan Tianjin di Tiongkok, Busan di Korea Selatan, Lanjung Pelipas di Malaysia, melalui Terusan Suez, Port Said di Mesir, Talhah di Maroko, serta Singapura.

Pembaruan ini memangkas waktu siklus operasional penuh sekitar dua minggu, dari 16 minggu menjadi 14 minggu, sambil tetap menjaga jadwal pelayaran mingguan. Hal ini meningkatkan efisiensi armada dan kualitas layanan bagi importir serta eksportir.

Perkembangan ini menegaskan posisi Pelabuhan Jeddah sebagai pusat utama penghubung Arab Saudi dengan pasar global, serta perannya dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan meningkatkan daya saing sektor pelabuhan dan logistik. Langkah ini juga memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat logistik global, sejalan dengan tujuan strategi nasional transportasi dan logistik serta Visi Saudi 2030.

Komentar (0)