Lompat ke konten
Selasa, 6 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pertemuan Teknis Regional Perlindungan Tanaman ke-38 Dimulai di Riyadh

Pertemuan teknis ke-38 organisasi perlindungan tanaman regional dimulai di Riyadh dengan partisipasi para ahli dan organisasi internasional.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Pertemuan teknis perlindungan tanaman di Riyadh

Poin Utama

AI

Pertemuan teknis ke-38 antara organisasi regional perlindungan tanaman resmi dimulai hari ini di Riyadh. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Nasional Pencegahan Hama Tanaman dan Penyakit Hewan "Wiqaa" dan dihadiri oleh perwakilan organisasi regional, internasional, serta para ahli di bidang kesehatan tanaman. Pertemuan ini akan berlangsung hingga 8 Oktober 2026.

Kepala Eksekutif Wiqaa, Ayman bin Saad Al-Ghamdi, dalam pembukaan pertemuan menegaskan bahwa kesehatan tanaman merupakan faktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Ia menyoroti perubahan pendekatan Arab Saudi dari respons terhadap hama setelah terjadi, menjadi strategi proaktif berbasis manajemen risiko, pemantauan dini, dan respons cepat.

Al-Ghamdi juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan kemitraan antara organisasi regional dan internasional, serta mengembangkan mekanisme yang lebih efektif untuk pencegahan dan respons terhadap hama tanaman demi melindungi sumber daya tanaman dan keberlanjutan produksi pertanian.

Penguatan Kerja Sama Internasional dan Pertukaran Keahlian

Sekretaris Konvensi Internasional Perlindungan Tanaman (IPPC), Dr. Enrico Perotti, menyoroti pentingnya pertukaran informasi antar organisasi regional serta pemanfaatan teknologi modern dan kecerdasan buatan untuk mendukung kesehatan tanaman.

Direktur Eksekutif Organisasi Perlindungan Tanaman untuk Timur Dekat dan Afrika Utara (NEPPO), Dr. Mohamed Habib Ben Jamaa, juga menekankan pentingnya partisipasi organisasi regional dalam pengembangan standar internasional dan pertukaran keahlian, dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan serta pengembangan kapasitas diagnostik laboratorium dan respons terhadap hama.

Dr. Adriana Moreira, pejabat di Sekretariat Konvensi Internasional, menambahkan bahwa menghadapi tantangan yang semakin besar di bidang kesehatan tanaman membutuhkan koordinasi lebih lanjut dan mengubah prioritas bersama menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tantangan lintas batas.

Fokus dan Tujuan Pertemuan

Pertemuan teknis ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kerja sama antar organisasi regional, bertukar keahlian dan pengetahuan terkait isu bersama, serta mendukung pengembangan kerangka kerja di bidang kesehatan tanaman baik secara regional maupun internasional. Agenda pertemuan meliputi tindak lanjut hasil konsultasi sebelumnya, pembahasan perkembangan terbaru organisasi, diskusi prioritas dan tantangan, serta inisiatif dan rencana kerja ke depan.

Peserta pertemuan berasal dari berbagai organisasi yang mencakup sejumlah kawasan dunia, antara lain APPPC, CAN, COSAVE, EPPO, IAPSC, NAPPO, OIRSA, PPPO, CAHFSA, NEPPO, serta Konvensi Internasional Perlindungan Tanaman (IPPC), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dan sejumlah pakar serta spesialis.

Kunjungan Lapangan dan Pertukaran Pengalaman

Agenda pertemuan juga mencakup kunjungan lapangan ke salah satu perkebunan untuk melihat langsung praktik pertanian terkait kesehatan tanaman, sebagai bagian dari aplikasi praktis dan pertukaran pengalaman di lapangan.

Penyelenggaraan pertemuan oleh Wiqaa ini merupakan bagian dari komitmen Arab Saudi mendukung kerja sama regional dan internasional di bidang kesehatan tanaman, serta menyediakan wadah bagi organisasi dan pakar untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat kesiapsiagaan bersama menghadapi tantangan perlindungan tanaman.

Komentar (0)