Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Arab Saudi Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Regional dan Global untuk Keberlanjutan Lingkungan

Arab Saudi menyoroti upaya pelestarian lingkungan dan ajak kolaborasi regional serta internasional dalam pertemuan menteri lingkungan negara-negara Teluk di Bahrain.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Pertemuan menteri lingkungan negara Teluk di Bahrain

Poin Utama

AI

Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di tingkat nasional, regional, dan internasional, serta menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai keberlanjutan lingkungan. Hal ini disampaikan saat delegasi Arab Saudi, yang diwakili Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, mengikuti pertemuan ke-28 para menteri lingkungan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Bahrain.

Dr. Osama Faqeeha, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian bidang lingkungan, menjelaskan bahwa Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah inisiatif penting, di antaranya Saudi Green Initiative dan Strategi Nasional Lingkungan. Inisiatif-inisiatif ini telah berkontribusi pada peningkatan luas kawasan lindung darat dan laut hingga empat kali lipat, peningkatan daur ulang sampah sekitar 300%, rehabilitasi lebih dari satu juta hektare lahan terdegradasi, penanaman lebih dari 180 juta pohon, serta pelepasliaran lebih dari 10.000 satwa liar yang terancam punah.

Faqeeha juga menyoroti peran penting negara-negara GCC dalam mendukung Middle East Green Initiative yang kini telah diikuti oleh 35 negara. Ia menambahkan, penyelenggaraan Konferensi Para Pihak ke-16 Konvensi PBB untuk Memerangi Desertifikasi (COP16) di Riyadh menjadi tonggak penting, dengan diadopsinya 37 keputusan dan peluncuran sejumlah inisiatif utama seperti "Bisnis untuk Bumi" dan "Kemitraan Global Riyadh untuk Menghadapi Kekeringan".

Inisiatif dan Konferensi Internasional

Dalam kesempatan yang sama, Faqeeha menyampaikan bahwa kepemimpinan Arab Saudi dalam COP16 terus memantau pelaksanaan keputusan hingga penyelenggaraan COP17 di Mongolia bulan lalu, dengan lebih dari 200 inisiatif global yang kini tergabung dalam "Agenda Kerja Riyadh".

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian juga menyambut baik Mesir sebagai tuan rumah COP18 pada 2028, serta menyambut penyelenggaraan pertemuan menteri lingkungan GCC berikutnya di Arab Saudi.

Komentar (0)