Lompat ke konten
Minggu, 13 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Peneliti: Nilai Pembelajaran Bukan pada Ijazah, tapi Dampak dan Kemampuan Memecahkan Masalah

Peneliti doktoral keperawatan Hussein Al Safran menegaskan pembelajaran bukan sekadar mengejar ijazah, melainkan berdampak pada pola pikir, kinerja, dan pemecahan masalah.

AJEL Indonesia51 mnt lalu · 1 mnt baca
Peneliti keperawatan Hussein Al Safran berbicara

Poin Utama

AI

Peneliti doktoral keperawatan Hussein Al Safran menegaskan bahwa pembelajaran bukanlah perlombaan untuk meraih ijazah, melainkan nilai sejatinya terletak pada dampaknya terhadap pola pikir, kinerja, serta kemampuan memecahkan masalah.

Dalam wawancara telepon dengan "Radio Ikhbariya", Al Safran menambahkan bahwa ijazah memang membuktikan proses belajar, namun dampak nyata menunjukkan nilainya. Karena itu, menurutnya, seseorang harus mampu mengubah apa yang telah dipelajari menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Peneliti doktoral keperawatan tersebut juga menjelaskan, "Saya melihat pembelajaran berkelanjutan sangat penting, asalkan tidak berubah menjadi perlombaan mengumpulkan ijazah." Ia menekankan bahwa pengetahuan hanyalah alat, dan seiring waktu, ia merasa hasil terindah dari belajar bukanlah selembar sertifikat, melainkan saat menyadari bahwa sesuatu yang dipelajari dapat membantu memberikan solusi atau layanan bagi sesama.

Komentar (0)