Peneliti: Nilai Pembelajaran Bukan pada Ijazah, tapi Dampak dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Peneliti doktoral keperawatan Hussein Al Safran menegaskan pembelajaran bukan sekadar mengejar ijazah, melainkan berdampak pada pola pikir, kinerja, dan pemecahan masalah.
Poin Utama
AIPeneliti doktoral keperawatan Hussein Al Safran menegaskan bahwa pembelajaran bukanlah perlombaan untuk meraih ijazah, melainkan nilai sejatinya terletak pada dampaknya terhadap pola pikir, kinerja, serta kemampuan memecahkan masalah.
Dalam wawancara telepon dengan "Radio Ikhbariya", Al Safran menambahkan bahwa ijazah memang membuktikan proses belajar, namun dampak nyata menunjukkan nilainya. Karena itu, menurutnya, seseorang harus mampu mengubah apa yang telah dipelajari menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Peneliti doktoral keperawatan tersebut juga menjelaskan, "Saya melihat pembelajaran berkelanjutan sangat penting, asalkan tidak berubah menjadi perlombaan mengumpulkan ijazah." Ia menekankan bahwa pengetahuan hanyalah alat, dan seiring waktu, ia merasa hasil terindah dari belajar bukanlah selembar sertifikat, melainkan saat menyadari bahwa sesuatu yang dipelajari dapat membantu memberikan solusi atau layanan bagi sesama.
Tampilkan unggahan di platform X
