Universitas King Saud Luncurkan Sistem Inovasi Kesehatan Digital di Konferensi LEAP 2026
Kota Medis Universitas King Saud meluncurkan sistem inovasi kesehatan digital pada Konferensi LEAP 2026 di Riyadh untuk mempercepat transformasi digital sektor kesehatan.
Poin Utama
AIKota Medis Universitas King Saud, melalui Direksi Eksekutif Teknologi Informasi dan Transformasi Digital, berpartisipasi dalam Konferensi "LEAP 2026" yang digelar di Riyadh. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat inovasi dan transformasi digital di sektor kesehatan serta mengembangkan sistem layanan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, diluncurkan "Sistem Inovasi Kesehatan Digital" yang bertujuan mendukung para inovator dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi berkelanjutan yang sejalan dengan perkembangan pesat di sektor kesehatan.
Pengumuman Healthathon 2026
Kota Medis Universitas King Saud juga mengumumkan pembukaan pendaftaran "Healthathon 2026 – Hackathon Inovasi Kesehatan Digital" edisi kedua. Ajang ini menargetkan inovator, pengembang, peneliti, tenaga kesehatan, dan wirausahawan. Healthathon akan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Universitas King Saud, dengan tujuan mengembangkan solusi teknologi inovatif yang dapat diuji dan diterapkan di lingkungan kesehatan nyata.
Healthathon mencakup empat jalur utama: pengalaman digital pasien, perawatan kesehatan preventif, teknologi asuransi kesehatan, serta kesehatan digital perempuan. Keempat jalur ini dirancang untuk mendorong peserta mengembangkan ide-ide yang dapat menjawab tantangan nyata di sektor kesehatan.
Penguatan Kemitraan dan Transformasi Digital
Direktur Eksekutif Teknologi Informasi dan Transformasi Digital Kota Medis Universitas King Saud, Mubarak bin Marai Al-Shahrani, menjelaskan bahwa partisipasi dalam konferensi ini mencerminkan komitmen kota medis untuk mendukung inovasi dan mengadopsi solusi digital terkini. Ia menegaskan, membangun sistem inovasi kesehatan yang terintegrasi memerlukan integrasi antara keahlian kesehatan, teknologi, dan akademik, sehingga dapat mendorong pengembangan model layanan kesehatan baru dan meningkatkan pengalaman penerima layanan.
Al-Shahrani menambahkan, berbagai inisiatif yang diluncurkan kota medis bertujuan memberdayakan talenta nasional dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan serta transformasi digital, guna meningkatkan mutu layanan kesehatan dan efisiensi operasional.
Dalam konteks ini, Kota Medis Universitas King Saud menekankan pentingnya kesinambungan kemitraan dan kolaborasi antara sektor kesehatan, teknologi, dan akademik, serta mendukung inisiatif yang membangun masa depan sektor kesehatan yang lebih inovatif, sejalan dengan target Visi 2030 di bidang transformasi digital dan inovasi.
Keikutsertaan Kota Medis Universitas King Saud dalam Konferensi "LEAP 2026" menegaskan komitmennya untuk terus memimpin transformasi digital dan inovasi kesehatan, serta mengembangkan sistem teknologi dan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan demi melayani masyarakat dan mendukung masa depan layanan kesehatan di Arab Saudi.
