Lompat ke konten
Jumat, 25 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Arab Saudi Tegaskan Komitmen Hubungkan Diplomasi dan Aksi Kemanusiaan

Dr Abdullah Al-Rabeeah paparkan upaya kemanusiaan Arab Saudi di lebih dari 110 negara dalam sesi PBB di New York.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Dr Abdullah Al-Rabeeah dalam forum PBB di New York

Poin Utama

AI

Dr Abdullah bin Abdulaziz Al-Rabeeah, penasihat di Dewan Kerajaan sekaligus Kepala Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman, kemarin berpartisipasi dalam diskusi tingkat tinggi bertajuk "Diplomasi Kemanusiaan: Dari Respons Menuju Perdamaian Berkelanjutan" yang diselenggarakan oleh platform media Devex, di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81 di New York.

Dr Al-Rabeeah menjelaskan bahwa Arab Saudi menonjol dalam peran kemanusiaannya melalui Pusat Bantuan Raja Salman, yang beroperasi di lebih dari 110 negara dan telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari 8,5 miliar dolar AS.

Ia menambahkan, pusat tersebut melaksanakan misinya melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga PBB, mitra kemanusiaan internasional dan regional, serta jaringan mitra lokal yang terpercaya di lapangan, sehingga proyek-proyek kemanusiaan dapat dijalankan secara efektif bahkan dalam situasi paling sulit.

Dukungan Kemanusiaan Berlanjut Meski Ada Tantangan

Al-Rabeeah menyoroti bahwa pusat tetap memberikan bantuan kemanusiaan di Sudan setelah misi PBB mundur pada 2023, dengan terus bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional, seperti Komite Palang Merah Internasional.

Ia juga menyoroti kolaborasi pusat dengan organisasi "All Hands and Hearts" dalam menjalankan proyek respons terpadu selama sembilan bulan, yang mencakup ketahanan pangan, mata pencaharian, kesehatan, dan gizi bagi masyarakat terdampak konflik, dengan lebih dari 208.000 penerima manfaat.

Komitmen pada Hukum dan Prinsip Kemanusiaan

Dr Al-Rabeeah kembali menegaskan komitmen Pusat Bantuan Raja Salman untuk menghubungkan diplomasi dengan aksi kemanusiaan, berlandaskan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan, memperkuat akuntabilitas, serta mendukung transisi dari krisis menuju ketahanan.

Komentar (0)