Lompat ke konten
Rabu, 5 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Menlu Arab Saudi Hadiri Pertemuan Menteri Dukung Yerusalem di Amman

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menghadiri pertemuan menteri untuk mendukung Yerusalem dan tempat sucinya di Amman, Yordania.

AJEL Indonesia44 mnt lalu · 2 mnt baca
Pangeran Faisal bin Farhan di pertemuan menteri Yerusalem

Poin Utama

AI

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, hari ini menghadiri pertemuan tingkat menteri untuk mendukung Yerusalem dan tempat-tempat sucinya yang diselenggarakan oleh Kerajaan Yordania.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri menyampaikan pidato, mengucapkan terima kasih kepada Yordania atas undangan dan penyelenggaraan pertemuan penting ini. Ia juga menyampaikan apresiasi Arab Saudi atas peran historis Yordania dalam menjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem serta melestarikan identitas sejarahnya.

Ia menegaskan kembali sikap Arab Saudi bahwa Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina, dan seluruh tindakan sepihak, termasuk pembangunan permukiman dan penyitaan tanah, tidak sah dan tidak dapat menciptakan hak atau realitas hukum apa pun. Ia juga menegaskan penolakan Arab Saudi terhadap segala pelanggaran yang bertujuan mengubah status hukum dan sejarah serta identitas Islam dan Kristen kota tersebut, serta menolak segala upaya menggunakan retorika kebebasan beragama untuk membenarkan tindakan yang bertujuan memperkuat realitas politik dan pendudukan baru di sana.

Ia mengatakan, "Perlindungan Yerusalem adalah pilar utama bagi perdamaian yang adil, dan membenarkan atau menghasut kekerasan atas dasar klaim agama merupakan penyimpangan serius dari nilai-nilai bersama agama-agama samawi dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan martabat manusia."

Ia menambahkan, "Sementara Arab Saudi menyambut baik pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump untuk menuju pelaksanaan tahap kedua dari rencana perdamaian komprehensif, kami mengecam keras pelanggaran militer Israel di Jalur Gaza, yang merupakan tantangan langsung terhadap kesepakatan, merusak momentum yang telah tercipta, dan melayani agenda pihak-pihak yang ingin menggagalkan proses perdamaian."

Menteri Luar Negeri kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya, mengambil langkah nyata menghentikan pelanggaran di Jalur Gaza dan Tepi Barat, melindungi tempat-tempat suci, mendukung keteguhan rakyat Palestina, menolak ujaran kebencian dan superioritas agama maupun ras, serta menuntut pertanggungjawaban atas segala bentuk hasutan yang memicu kekerasan dan terorisme pemukim, serta semua praktik yang menghambat peluang hidup berdampingan dan perdamaian.

Ia menegaskan komitmen Arab Saudi untuk terus bekerja sama dengan negara-negara sahabat dan mitra internasional melalui Koalisi Global untuk mewujudkan solusi dua negara, yang telah meluncurkan jalur dialog antaragama sebagai bagian dari pelaksanaan rencana perdamaian komprehensif. Hal ini didasari keyakinan bahwa penguatan budaya saling menghormati dan hidup berdampingan antarumat beragama merupakan pilar utama mendukung upaya politik dan mewujudkan perdamaian.

Di akhir pidatonya, ia menegaskan bahwa Yerusalem, yang menjadi tujuan hati jutaan penganut agama samawi, harus menjadi kota perdamaian dan hidup berdampingan, serta simbol persatuan kemanusiaan, bukan arena konflik atau pemaksaan status quo. Melindungi dan menjaga status sejarah dan hukumnya adalah salah satu kunci utama untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi, serta membangun masa depan yang aman, stabil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat di kawasan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Pangeran Mansour bin Khalid bin Farhan, Duta Besar Arab Saudi untuk Yordania, dan Manal Radwan, pejabat Kementerian Luar Negeri.

Komentar (0)