Kontainer Program 'Hifzh an-Ni'mah' Menghilang dari Permukiman di Bukayriyah, Warga Keluhkan Sampah Makanan Terbuka
Penghapusan kontainer 'Hifzh an-Ni'mah' di Bukayriyah menuai keluhan warga karena sisa makanan kini banyak ditemukan di area terbuka dan trotoar.
Poin Utama
AIPenghapusan kontainer 'Hifzh an-Ni'mah' dari sejumlah permukiman di Kabupaten Bukayriyah memicu keluhan warga, seiring makin banyaknya sisa makanan yang dibiarkan terbuka di berbagai lokasi dalam permukiman maupun di trotoar jalan umum.
Kepada Ajel, warga Ahmad As-Sahli mengatakan, "Selama bertahun-tahun kami mendapat manfaat dari program Hifzh an-Ni'mah. Kami mengenalnya sebagai inisiatif yang membantu warga dan menjaga sisa makanan, serta berdampak positif dalam mengurangi pembuangan makanan di tempat terbuka."
Ia menambahkan, "Kami berharap program ini bisa terus berjalan dan dikembangkan, atau setidaknya ada alternatif yang sepadan demi menjaga makanan dan kebersihan lingkungan serta pemandangan umum."
Sementara itu, warga Abdulmajid Al-Ulaibi menyampaikan kepada Ajel, "Setelah kontainer ditarik, kami melihat banyak sisa makanan terbuka di sejumlah lokasi, termasuk di trotoar jalan umum, bahkan burung dan kucing pun berkumpul di sekitarnya."
Ia menambahkan, "Kami berharap ada solusi yang tepat untuk masalah ini, seperti yang diterapkan di Kota Buraidah dan beberapa kota lain di Kerajaan, baik dengan mengembalikan kontainer atau menyediakan alternatif yang memiliki fungsi serupa demi menjaga kebersihan lingkungan dan pemandangan umum."
Redaksi Ajel telah menghubungi juru bicara resmi Kementerian Urusan Kota dan Perumahan, Ahmad Az-Zafiri, untuk meminta penjelasan terkait keluhan dan temuan warga, serta melampirkan sejumlah foto dokumentasi. Namun, ia mengarahkan redaksi untuk menghubungi pihak terkait di Pemerintah Daerah Qassim dan memberikan alamat email resmi untuk keperluan tersebut.
Selanjutnya, Ajel mengirimkan permintaan resmi ke Pemerintah Daerah Qassim beserta foto-foto yang sama, serta mengingatkan kembali permintaan tanggapan dan menyalin surat pengingat tersebut ke juru bicara kementerian. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Ajel belum menerima penjelasan apa pun dari pemerintah daerah terkait keluhan dan permintaan warga.









