Lompat ke konten
Jumat, 18 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Imam Besar Masjidil Haram: Serangan ke Tempat Suci Bukan Cerminan Islam

Sheikh Bandar Baleelah menekankan pentingnya berprasangka baik di antara umat Islam dan mengecam serangan milisi Houthi terhadap tempat suci Islam.

AJEL Indonesia44 mnt lalu · 1 mnt baca
Sheikh Bandar Baleelah khutbah di Masjidil Haram

Poin Utama

AI

Imam Besar dan Khatib Masjidil Haram, Sheikh Dr. Bandar Baleelah, mengajak umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dan saling berprasangka baik, serta memperingatkan bahaya buruk sangka bagi individu maupun masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam khutbah Jumat yang digelar hari ini di Masjidil Haram, Mekkah.

Sheikh Baleelah menjelaskan bahwa buruk sangka dapat menjerumuskan pada tindakan memata-matai, menggunjing, dan permusuhan. Ia menyebut hal ini sebagai salah satu cara setan memanfaatkan lemahnya iman, yang akhirnya membawa kecemasan dan kesedihan di hati. Ia menegaskan, berprasangka baik justru membawa ketenangan, kebahagiaan, kesehatan jasmani, dan kegembiraan batin.

Beliau menekankan pentingnya menghindari situasi yang menimbulkan kecurigaan, serta segera memberikan klarifikasi jika merasa ada prasangka buruk dari orang lain, demi menjaga hubungan sosial dan melindungi hati dari permusuhan.

Imam Masjidil Haram itu menambahkan, berprasangka baik adalah kewajiban seorang Muslim terhadap keluarga, kerabat, tetangga, rekan, negara, dan pemimpinnya. Ia menegaskan, hal ini merupakan salah satu faktor utama persatuan dan kekuatan masyarakat.

Kecaman terhadap Serangan ke Tempat Suci Islam

Dalam kesempatan lain, Sheikh Baleelah mengecam serangan milisi Houthi terhadap tempat suci Islam dan kota-kota yang aman, khususnya Mekkah dan Madinah, serta serangan terhadap masjid, sekolah, dan harta benda. Ia menilai tindakan tersebut sebagai wujud kejahatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Beliau menutup khutbah dengan menegaskan bahwa serangan terhadap tempat suci dan lembaga keagamaan maupun pendidikan merupakan pelanggaran berat terhadap kehormatan darah kaum Muslim. Ia menegaskan, pelaku tindakan ini telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam, dan kelompok-kelompok tersebut hanya menjadikan slogan agama sebagai kedok untuk melakukan kerusakan dan menebar teror di muka bumi.

Komentar (0)