Lompat ke konten
Selasa, 15 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Inflasi Tahunan Arab Saudi Stabil di 1,8% pada Agustus

Data Otoritas Umum Statistik menunjukkan inflasi tahunan Arab Saudi tetap stabil di angka 1,8% pada Agustus untuk bulan keempat berturut-turut.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Gedung Otoritas Statistik Arab Saudi

Poin Utama

AI

Data Otoritas Umum Statistik yang dirilis hari ini menunjukkan indeks harga konsumen (tingkat inflasi) Arab Saudi tetap stabil untuk bulan keempat berturut-turut pada Agustus lalu, dengan kenaikan tahunan sebesar 1,8%.

Menurut pernyataan otoritas tersebut di akun resminya di platform X, indeks harga konsumen pada Agustus 2026 secara bulanan naik tipis sebesar 0,1% dibandingkan Juli 2026.

Otoritas Statistik menyebutkan, kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,2%, didorong oleh kenaikan harga kelompok sewa aktual tempat tinggal sebesar 0,2%. Harga sektor transportasi juga naik 0,6%, sementara sektor perawatan pribadi, perlindungan sosial, serta barang dan jasa lainnya naik 0,8%, dan sektor asuransi serta jasa keuangan naik 0,5%.

Sebaliknya, harga sektor makanan dan minuman turun 0,1% dan sektor restoran serta layanan akomodasi turun 0,4%. Sementara itu, harga sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya secara tahunan naik 3,9% akibat kenaikan harga kelompok sewa aktual tempat tinggal sebesar 3,9%. Sektor perawatan pribadi, perlindungan sosial, serta barang dan jasa lainnya naik 3,5%, didorong oleh kenaikan harga barang pribadi lainnya sebesar 13,3%, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga perhiasan dan jam tangan sebesar 14,4%. Sektor hiburan, olahraga, dan budaya juga naik 2,8%, didorong oleh kenaikan harga paket liburan sebesar 4,7%.

Di sisi lain, harga sektor furnitur, peralatan rumah tangga, dan perawatan rutin rumah turun 0,6%, serta sektor pakaian dan alas kaki turun 0,5%. Sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan kontribusi 0,8 poin persentase, diikuti sektor makanan dan minuman sebesar 0,3 poin persentase.

Komentar (0)