Kereta Cepat Haramain Dorong Investasi di Madinah Seiring Pertumbuhan Jumlah Penumpang
Laporan ekonomi Kamar Dagang Madinah menyoroti pertumbuhan penumpang Kereta Cepat Haramain dan peluang investasi di berbagai sektor pada 2025.
Poin Utama
AILaporan ekonomi edisi ke-69 yang diterbitkan Kamar Dagang Madinah menyoroti peluang investasi yang ditawarkan Kereta Cepat Haramain di wilayah Madinah, seiring meningkatnya jumlah penumpang dan tingkat operasional.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Kereta Cepat Haramain telah mengangkut sekitar 8,53 juta penumpang sepanjang 2025, dengan 70 rangkaian kereta dan rata-rata 96 perjalanan per hari, naik dari 73 perjalanan per hari pada 2024 atau meningkat 31,5%. Jumlah gerbong penumpang mencapai 455 unit dengan kapasitas hingga 14.595 kursi.
Stasiun Madinah mencatat sekitar 6,04 juta penumpang yang datang dan berangkat pada 2025, naik dari sekitar 4,09 juta penumpang pada 2023, atau tumbuh 48%. Angka ini mewakili 35,4% dari total pergerakan di seluruh stasiun, dengan rata-rata harian sekitar 16.600 penumpang.
Pertumbuhan ini membuka peluang investasi di layanan transportasi shuttle antara stasiun dan kawasan pusat serta hotel, juga layanan transportasi door-to-door antara stasiun, hotel, dan bandara. Peluang lain mencakup pengembangan paket terintegrasi umrah dan ziarah yang menggabungkan tiket kereta, akomodasi, dan tur wisata, serta penyelenggaraan perjalanan ke situs sejarah dan destinasi wisata dari stasiun.
Peluang investasi juga meliputi perluasan bisnis ritel serta makanan dan minuman di dalam stasiun, pengembangan investasi multifungsi di sekitar stasiun, serta penyediaan lahan parkir dan penyewaan kendaraan. Permintaan bulanan tertinggi untuk layanan ini mencapai sekitar 739 ribu penumpang, menurut laporan tersebut.
Laporan itu menegaskan bahwa pertumbuhan berkelanjutan Kereta Cepat Haramain memperkuat peluang investasi di sektor transportasi, pariwisata, dan perhotelan, serta mendukung integrasi layanan bagi penumpang dan pengunjung. Hal ini dinilai berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan meningkatkan daya tarik Madinah untuk investasi dan pembangunan berkelanjutan.
