Lompat ke konten
Senin, 7 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Kepala Kepolisian Arab Saudi: Fokus pada Indikator Pencegahan untuk Cegah Kejahatan

Kepala Kepolisian Arab Saudi, Letnan Jenderal Mohammed bin Abdullah Al-Bassami, menegaskan bahwa pengembangan kerja kepolisian kini berfokus pada pencegahan kejahatan melalui pengukuran indikator dini.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Kepala Kepolisian Arab Saudi Mohammed Al-Bassami berbicara di konferensi

Poin Utama

AI

Kepala Kepolisian Arab Saudi, Letnan Jenderal Mohammed bin Abdullah Al-Bassami, menegaskan bahwa pengembangan kerja kepolisian kini tidak lagi hanya merespons kejahatan setelah terjadi, tetapi telah beralih ke pengukuran indikator pencegahan guna mencegah kejahatan terjadi. Ia juga menekankan bahwa manusia akan tetap menjadi pusat kerja kepolisian, meskipun teknologi terus berkembang.

Dalam pidatonya di konferensi "Dialog Keamanan dan Sejarah", Al-Bassami mengatakan bahwa sejarah keamanan di Arab Saudi sejak awal berdirinya negara selalu terkait dengan pembangunan negara yang dilindungi oleh kekuasaan, diatur oleh sistem, dan menjadikan keamanan sebagai bagian nyata dari kehidupan, harta, perjalanan, dan masa depan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa sifat kerja kepolisian menuntut penyesuaian dengan lingkungan yang terus berubah, di mana beberapa keputusan harus diambil dalam hitungan detik dan dapat berdampak pada kehidupan, hak, dan keselamatan masyarakat. Al-Bassami menegaskan bahwa alat dan teknologi, meskipun berkembang, tidak dapat memikul tanggung jawab pengambilan keputusan.

Ia mengatakan, "Teknologi dapat menampilkan gambaran, tetapi tidak bertanggung jawab atas keputusan. Sistem dapat menentukan prosedur, namun tidak melihat seluruh detail kenyataan." Ia menambahkan bahwa petugas, pemimpin, dan analis keamanan adalah pihak yang memberikan makna pada alat dan teknologi di lapangan.

Al-Bassami menekankan bahwa perkembangan tugas kepolisian membutuhkan pelatihan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa menghadapi cakupan kerja yang lebih luas, kerumunan yang lebih besar, dan teknologi yang lebih cepat menuntut pembelajaran berkelanjutan, latihan, simulasi, serta evaluasi operasi, termasuk mengubah pelajaran yang didapat menjadi kurikulum dan prosedur.

Ia juga menyoroti bahwa pengalaman yang terakumulasi merupakan unsur utama dalam membangun institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa peralatan dapat dibeli dan sistem dapat dikembangkan, "tetapi pengalaman tidak dapat diimpor secara instan," melainkan terbentuk melalui bertahun-tahun kerja, ribuan situasi, serta kemampuan institusi untuk mempertahankan pelajaran yang didapat tanpa kehilangan saat personel keluar.

Al-Bassami menggambarkan pembangunan pemimpin sebagai "proyek keamanan" tersendiri. Ia menjelaskan bahwa pemimpin yang menguasai pengetahuan lapangan, mampu membaca data, memahami sistem, dan menyerap kompleksitas situasi akan meningkatkan kapasitas institusi dan memaksimalkan dampak kemampuannya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan membuat sumber daya lebih mampu menghasilkan keputusan yang lebih akurat, cepat, dan berdampak. Ia juga menyampaikan bahwa keamanan di Arab Saudi tidak hanya melindungi masa depan, tetapi juga menjadi salah satu pembentuknya.

Terkait tugas petugas keamanan selama musim haji, Al-Bassami mengatakan bahwa petugas menggabungkan ketegasan dalam pengaturan dengan sisi kemanusiaan dalam pelayanan, melalui pencegahan pelanggaran, membimbing jamaah yang tersesat, membantu lansia, mengarahkan jamaah, dan menjaga kesucian tempat.


Komentar (0)