Kerja Mandiri, Pemuda Saudi Biayai Kuliah Demi Raih Impian di Keamanan Siber
Abdulmajid Al-Qahtani, mahasiswa asal Arab Saudi, membiayai kuliah keamanan sibernya sendiri dengan bekerja sebagai pengemudi aplikasi daring, mencerminkan semangat kemandirian pemuda Saudi.
Poin Utama
AIAbdulmajid Al-Qahtani, seorang pemuda Arab Saudi, melanjutkan studi sarjana di bidang keamanan siber dengan membiayai sendiri pendidikannya melalui pekerjaan sebagai pengemudi di platform aplikasi layanan antar. Pengalaman ini mencerminkan semangat inisiatif dan kemandirian di kalangan pemuda Saudi.
Kepada "Ajel", Al-Qahtani menjelaskan bahwa meraih diploma keamanan siber adalah awal perjalanannya. Ia menegaskan bahwa bidang ini terus berkembang dan memberinya motivasi untuk terus belajar dan berkembang, demi membangun masa depan karier yang kuat.
Ia mengakui bahwa membiayai pendidikan merupakan salah satu tantangan, namun ia memutuskan untuk bertanggung jawab sendiri. Ia memilih bekerja sebagai pengemudi Uber karena pekerjaan ini memberikan penghasilan serta fleksibilitas waktu yang sesuai dengan jadwal kuliahnya.
Al-Qahtani memulai harinya lebih awal dan mengatur waktu sesuai jadwal kuliah serta kewajiban akademisnya, memanfaatkan waktu luang untuk bekerja sebagai pengemudi. Ia menegaskan bahwa menentukan prioritas dan memanfaatkan waktu singkat membantunya menyeimbangkan antara studi dan pekerjaan.
Menurut Al-Qahtani, kemandirian tidak selalu berarti harus membangun usaha besar, melainkan memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai tujuan. Ia menekankan bahwa pengalamannya mengajarkan kedisiplinan, manajemen waktu, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para pemuda: "Jangan menunggu kesempatan yang sempurna, mulailah dengan apa yang ada meski sederhana, dan jadikan itu sebagai jalan menuju cita-cita yang lebih besar."
Setelah lulus, Al-Qahtani berharap dapat memulai karier di bidang keamanan siber, terus mengembangkan diri, serta meraih sertifikat dan pengalaman tambahan. Ia menegaskan, pelajaran terpenting yang didapat adalah tidak menunggu kondisi ideal, melainkan memulai dengan kemampuan yang ada dan terus maju.
