Lompat ke konten
Senin, 21 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Transformasi Transportasi di Perbatasan Utara: Dari Jalur Zubaidah ke Jaringan Modern

Wilayah Perbatasan Utara menampilkan perubahan transportasi dari jalur haji kuno menuju jaringan kereta api dan bandara modern yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Jalur Zubaidah dan kereta api di Perbatasan Utara

Poin Utama

AI

Wilayah Perbatasan Utara mengalami transformasi besar dalam moda transportasi sepanjang sejarah, mulai dari Jalur Zubaidah yang bersejarah—terkait perjalanan haji dan perdagangan—hingga kehadiran jaringan kereta api dan transportasi udara modern yang memperkuat konektivitas wilayah ini dengan daerah lain di Arab Saudi serta mendukung pergerakan ekonomi.

Jalur Zubaidah merupakan salah satu bukti penting sejarah jalur haji dan perdagangan di Jazirah Arab. Jalur ini membentang lebih dari 1.400 kilometer, memiliki 27 stasiun utama dan jumlah yang sama untuk stasiun sekunder, serta sekitar 50 kolam dan waduk besar yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan para jamaah haji dan pelancong yang menempuh perjalanan jauh.

Jalur ini bermula dari Kufah di utara, melewati Rafha, Hail, dan Qassim, hingga berakhir di Mekkah. Jalur ini membentuk sistem terpadu berupa stasiun, kolam, sumur, dan infrastruktur air yang memudahkan perjalanan jamaah haji dan pelancong.

Solusi Teknik Sipil Maju di Jalur Zubaidah

Kawasan Konservasi Imam Turki bin Abdullah meliputi lebih dari 400 kilometer bentangan jalur ini dan mencakup sejumlah stasiun utama dan sekunder bersejarah, seperti Zubala, Al-Shehiyat, Al-Ashar, Al-Bada’, dan Al-Wasit Al-Sharqi, yang masih menyimpan sisa-sisa arsitektur dan peninggalan yang mendokumentasikan sejarah transportasi di kawasan tersebut.

Infrastruktur air di sepanjang jalur ini menunjukkan solusi teknik sipil yang maju dalam pengelolaan air. Beberapa kolam dirancang bertingkat untuk memudahkan akses meski permukaan air berubah, serta dilengkapi kolam kecil untuk mengendapkan kotoran sebelum air dialirkan ke kolam utama.

Jaringan Transportasi Modern Perkuat Konektivitas Ekonomi

Dengan berkembangnya infrastruktur transportasi di Arab Saudi, jaringan kereta api kini menjadi salah satu pilar utama pergerakan ekonomi modern, khususnya dalam mengangkut hasil tambang dan menghubungkan lokasi penambangan dengan fasilitas pengolahan dan ekspor.

Jalur Kereta Utara untuk angkutan barang membentang sejauh 1.550 kilometer, dari tambang Jalamid di Perbatasan Utara, melewati Al-Jouf dan Hail hingga persimpangan Al-Buwaytha di Qassim, lalu ke fasilitas pengolahan di Ras Al-Khair, Wilayah Timur. Pada kuartal kedua 2026, Kereta Utara telah mengangkut sekitar 3,3 juta ton barang, mencerminkan peran penting kereta api dalam mendukung rantai pasok ekonomi.

Bandara Internasional Arar juga menjadi salah satu fasilitas utama di wilayah ini, dengan kapasitas hingga satu juta penumpang dan lebih dari 10.000 penerbangan per tahun. Nilai total proyek bandara ini mencapai 382 juta riyal Saudi. Pada 2026, bandara ini meraih penghargaan sebagai bandara terbaik di Timur Tengah untuk kategori bandara dengan kurang dari dua juta penumpang per tahun, menandai kemajuan layanan dan pengalaman penumpang di wilayah tersebut.

Dari Jalur Zubaidah dan stasiun-stasiunnya yang melayani jamaah haji dan pelancong selama berabad-abad, hingga kereta barang dan Bandara Internasional Arar, Perbatasan Utara menggambarkan transformasi moda transportasi di Arab Saudi beserta kemajuan infrastruktur yang mendukung masyarakat dan memperkuat integrasi ekonomi nasional.

Komentar (0)