Lompat ke konten
Sabtu, 25 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pengacara: Pemberantasan Korupsi Kunci Utama Pembangunan dan Kemakmuran Ekonomi

Pengacara Dr. Saad bin Shayea menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan fondasi utama untuk mencapai pembangunan dan kemakmuran ekonomi.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi pemberantasan korupsi di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Pengacara Dr. Saad bin Shayea menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan fondasi utama untuk mencapai pembangunan dan kemakmuran ekonomi.

Dalam wawancara di Radio Al-Ikhbariya, ia menambahkan bahwa memerangi segala bentuk korupsi, baik finansial maupun administratif, adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik, lingkungan yang sehat untuk produksi dan kontribusi, serta negara dengan ekonomi yang maju dan berkembang.

Ia juga menekankan bahwa langkah-langkah pemberantasan korupsi, dengan berbagai metode, prosedur, dan mekanismenya, adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, suap dan penyalahgunaan wewenang merupakan dua kejahatan utama dalam korupsi finansial dan administratif.

Ia menjelaskan, tindak pidana suap biasanya melibatkan pegawai yang melakukan tindakan di luar tugasnya dengan melanggar aturan dan hukum. Suap dapat berbentuk uang atau pemberian layanan. Sementara itu, penyalahgunaan wewenang terjadi ketika seseorang memanfaatkan kekuasaan jabatannya untuk meloloskan hal-hal yang seharusnya tidak diperbolehkan.

Sebelumnya, Otoritas Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi telah menangani sejumlah kasus pidana dalam beberapa waktu terakhir dan tengah melanjutkan proses hukum terhadap para pelakunya. Salah satu kasus menonjol adalah penahanan seorang warga yang juga pengusaha karena menawarkan uang sebesar 1.600.000 riyal Saudi kepada seorang juru pelaksana kepabeanan untuk mempermudah masuknya dua kontainer melalui Pelabuhan Jeddah Islam yang berisi tembakau, barang yang pembatasan impornya berlaku, tanpa membayar bea masuk pemerintah yang seharusnya sebesar 14.000.000 riyal Saudi.

Selain itu, seorang pegawai Kementerian Kesehatan di salah satu wilayah juga ditahan karena menerima 900.000 riyal Saudi secara bertahap sebagai imbalan atas penunjukan sejumlah proyek kepada salah satu entitas bisnis secara tidak sah. Dengan kerja sama Kementerian Energi, seorang residen yang bekerja di salah satu proyek kementerian ditangkap saat menerima 200.000 riyal Saudi sebagai imbalan agar tidak menjatuhkan denda dan pelanggaran kepada salah satu entitas bisnis dengan nilai 1.500.000 riyal Saudi.

Juru bicara resmi otoritas menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan menindak siapa pun yang menyalahgunakan uang negara atau jabatan untuk kepentingan pribadi atau merugikan kepentingan umum, bahkan setelah hubungan kerja mereka berakhir. Kejahatan korupsi finansial dan administratif tidak akan gugur karena waktu, dan otoritas akan terus menerapkan hukum secara tegas tanpa toleransi terhadap pelanggaran.

Komentar (0)