Lompat ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Hail Baru: Transformasi Pembangunan Berbalut Warisan dan Geografi Unik

Hail kini tak hanya mengandalkan warisan dan geografisnya, tetapi juga mengalami lonjakan pembangunan, investasi, dan pariwisata yang signifikan.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 3 mnt baca
Pemandangan kota Hail dengan pegunungan dan taman

Poin Utama

AI

Hail kini tidak lagi hanya mengandalkan warisan budaya yang kaya dan geografi yang unik dalam memperkuat posisinya di peta Arab Saudi. Wilayah ini tengah mengalami lonjakan pembangunan, investasi, dan pariwisata yang pesat, mengubah potensi yang dimiliki menjadi proyek-proyek, peluang ekonomi, serta destinasi yang semakin menarik bagi wisatawan dan investor.

Ajel mencatat, berdasarkan indikator terbaru, Hail bergerak maju dengan cepat, memanfaatkan letak strategis, warisan, dan kekayaan alamnya. Semua ini berlangsung di bawah pengawasan Gubernur Hail, Pangeran Abdulaziz bin Saad bin Abdulaziz, yang juga Ketua Dewan Pengembangan Wilayah, dengan perhatian khusus pada penguatan pembangunan, investasi, pariwisata, dan kualitas hidup.

3,4 Miliar Riyal: Investasi Terus Meningkat

Data menunjukkan besarnya pergerakan investasi di Hail. Nilai kontrak investasi yang ditandatangani Pemerintah Kota Hail pada 2025 melampaui 3,4 miliar riyal Saudi, naik signifikan dari 306 juta riyal pada 2021.

Pada tahun yang sama, terdapat 122 peluang investasi yang ditawarkan dan 94 kontrak yang telah ditandatangani. Saat ini, ada 816 proyek yang berjalan dan 43 proyek lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Peluang investasi ini mencakup sektor perdagangan, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan pertanian, mencerminkan upaya diversifikasi ekonomi dan perluasan peran sektor swasta dalam pembangunan wilayah.

Lebih dari 2,5 Juta Wisatawan

Sektor pariwisata juga mencatat lonjakan signifikan. Jumlah wisatawan di Hail meningkat dari 987 ribu orang pada 2019 menjadi lebih dari 2,517 juta pada 2025.

Yang menarik, jumlah wisatawan mancanegara naik dari sekitar 15 ribu menjadi 247 ribu orang pada periode yang sama, menandakan Hail semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang melampaui sekadar tujuan domestik.

Peningkatan ini didukung oleh pengembangan 14 proyek pariwisata, termasuk hotel, resor, dan proyek multi-fungsi, dengan nilai investasi sekitar 2,4 miliar riyal. Proyek-proyek ini diperkirakan akan menambah sekitar 2.000 kamar hotel baru pada 2030.

Warisan Dunia Jadi Peluang

Hail memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. Seni cadas di Jubbah dan Shuwaymis telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Pegunungan Aja dan Salma, Gurun Nafud, serta situs-situs sejarah dan alam lainnya menjadi modal besar untuk mendukung pariwisata budaya, ekowisata, dan wisata petualangan.

Dengan demikian, nilai sejarah Hail tidak hanya menjadi cerita, tetapi juga produk ekonomi yang menciptakan peluang di bidang perhotelan, penyelenggaraan acara, transportasi, ritel, dan proyek wisata, sekaligus memberikan alasan lebih bagi wisatawan untuk tinggal dan menjelajah.

Kualitas Hidup Melengkapi Pembangunan

Pembangunan juga merambah ke kota dan kabupaten di wilayah Hail. Saat ini, terdapat lebih dari 600 taman, ruang terbuka hijau, dan jalur pejalan kaki dengan total area hampir lima juta meter persegi.

Proyek-proyek ini menunjukkan komitmen untuk mengembangkan lingkungan perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup, sejalan dengan pertumbuhan investasi dan pariwisata, sehingga pembangunan semakin terhubung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar proyek ekonomi yang terpisah.

Data yang dihimpun Ajel menunjukkan Hail kini memasuki babak baru: wilayah yang memiliki sejarah, alam, dan lokasi strategis, serta berupaya mengubah semua itu menjadi investasi, pariwisata, dan kualitas hidup.

Dengan dukungan Gubernur Hail, Pangeran Abdulaziz bin Saad bin Abdulaziz, serta perhatian dari pimpinan nasional, Hail semakin mampu memanfaatkan keunggulan kompetitifnya dan memperkuat posisinya di kancah ekonomi dan pariwisata nasional.

Komentar (0)