Hilal Merah Arab Saudi di Al-Baha Gelar Program Edukasi Peringati Hari Pertolongan Pertama Sedunia
Hilal Merah Arab Saudi cabang Al-Baha menyelenggarakan berbagai program edukasi di sejumlah instansi pemerintah, pendidikan, dan masyarakat dalam rangka Hari Pertolongan Pertama Sedunia.
Poin Utama
AIHilal Merah Arab Saudi cabang Al-Baha melaksanakan sejumlah program dan kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Pertolongan Pertama Sedunia di berbagai instansi pemerintah, pendidikan, dan komunitas di wilayah tersebut, dengan tujuan menyebarkan budaya pertolongan pertama dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterampilan pertolongan pertama.

Program-program tersebut mencakup kegiatan edukasi di 13 instansi, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, Bandara King Saud, sejumlah perguruan tinggi teknik, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, cabang ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Al-Baha mengadakan 10 lokakarya edukasi di 10 sekolah, serta menyatukan tema siaran sekolah di seluruh wilayah untuk memperkenalkan Hari Pertolongan Pertama Sedunia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempelajari keterampilan pertolongan pertama serta peranannya dalam penanganan yang tepat pada situasi darurat.

Selain itu, cabang ini juga menggelar kegiatan edukasi dan interaktif di Hutan Raghadan, dengan melibatkan Balai Kesehatan Al-Baha, Pemerintah Daerah Al-Baha, Klinik Shamikh, Asosiasi Kesehatan Ta'atuf, Tim Relawan Al-Faris, serta sejumlah relawan dan staf cabang.
Kegiatan tersebut meliputi simulasi praktik dan penyuluhan tentang keterampilan dasar pertolongan pertama serta cara penanganan yang benar dan aman terhadap cedera dan situasi darurat. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas interaktif, termasuk pojok "Anak Tanggap" yang bertujuan mengenalkan anak-anak pada dasar-dasar tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat.

Kepala Cabang Hilal Merah Arab Saudi di Al-Baha, Sultan bin Saad Al-Maliki, menjelaskan bahwa program-program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaga dalam menyebarkan budaya pertolongan pertama dan meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya memiliki keterampilan pertolongan pertama, intervensi dini, dan tindakan yang benar pada menit-menit pertama situasi darurat, yang dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi komplikasi.


