Lompat ke konten
Rabu, 12 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Musim 'Kulaibin' Dimulai, 13 Hari Puncak Musim Panas dan Panen Kurma

Musim Kulaibin dimulai hari ini dan berlangsung selama 13 hari, menandai salah satu fase penting dalam kalender pertanian dan perhitungan musim di Arab Saudi.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Musim Kulaibin dan panen kurma di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Musim Kulaibin dimulai hari ini dan akan berlangsung selama 13 hari, menjadi salah satu fase musiman yang dikenal dalam perhitungan anwa dan kalender pertanian. Sejak dahulu, musim ini dikaitkan dengan pengamatan bintang untuk menentukan waktu dalam setahun, perubahan cuaca, dan masa panen buah-buahan.

Dalam tradisi masyarakat, 'Kulaibin' adalah nama yang diberikan untuk dua bintang yang berdekatan dan terkait dengan fase 'Nathrah' dalam kalender astronomi. Musim ini datang pada tahap lanjut musim panas, sebelum masuknya musim 'Suhail'.

Peneliti kalender pertanian, Mohammed Al-Wad'i, menjelaskan bahwa masuknya musim Kulaibin merupakan salah satu fase penting dalam perhitungan musim pertanian. Ia menegaskan, musim Kulaibin berlangsung selama 13 hari dan terjadi pada puncak musim panas yang sangat panas, bertepatan dengan masa panen sejumlah hasil pertanian dan buah-buahan. Ia juga menyoroti keterkaitan musim-musim ini dengan kalender pertanian dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Periode ini juga bertepatan dengan tahap lanjut musim panen kurma muda dan kurma matang. Pohon-pohon kurma di berbagai wilayah Arab Saudi mulai menunjukkan perubahan warna, kematangan, dan siap dipanen, meskipun waktu panen berbeda-beda tergantung jenis, lokasi, dan kondisi iklim.

Di wilayah Asir, kegiatan pertanian sangat beragam selama periode ini karena perbedaan ketinggian, topografi, dan iklim. Perawatan terhadap berbagai hasil pertanian lokal seperti sorgum, gandum, jelai, dan jagung terus dilakukan, selain buah-buahan dan sayuran musiman.

Musim Kulaibin memiliki makna penting secara iklim dan pertanian dalam ingatan masyarakat. Dahulu, para petani mengandalkan tanda-tanda bintang dan musim sebagai penunjuk waktu untuk mengatur pekerjaan mereka, memantau pertumbuhan tanaman, dan menentukan masa panen, sekaligus memprediksi perubahan cuaca.

Dengan kemajuan ilmu astronomi dan meteorologi, kini pemantauan cuaca dan prediksi perubahan iklim lebih mengandalkan teknologi dan data ilmiah. Namun, nama-nama musim dan bintang tetap hidup dalam ingatan masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya dan lingkungan yang mencerminkan pengalaman generasi dalam membaca musim sepanjang tahun.

Musim Kulaibin akan berlangsung hingga 23 Agustus, kemudian akan disusul masuknya musim 'Suhail' menurut kalender tradisional, menandai peralihan musim yang secara historis berkaitan dengan perubahan cuaca, masa panen, dan siklus kerja pertanian.

Komentar (0)