Akademisi: Kecerdasan Buatan Harus Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Pikiran Manusia
Dekan Pendidikan Elektronik Universitas Imam Abdulrahman bin Faisal menegaskan kecerdasan buatan sebaiknya menjadi alat bantu, bukan pengganti pikiran manusia.
Poin Utama
AIDekan Pendidikan Elektronik Universitas Imam Abdulrahman bin Faisal, Dr. Albandari Alsumait, menyatakan bahwa alat kecerdasan buatan seharusnya menjadi pendukung, bukan pengganti pikiran manusia.
Dalam wawancara dengan saluran Al Ekhbariya, ia menambahkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan harus dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab di berbagai bidang pekerjaan.
Alsumait juga menyoroti bahwa kecerdasan buatan dapat memberikan umpan balik kepada mahasiswa sesuai tingkat pendidikannya, serta dapat dimanfaatkan dalam penelitian ilmiah untuk meninjau literatur, memeriksa hasil, dan menganalisis data guna menjaga integritas akademik.
Tampilkan unggahan di platform X
