Lompat ke konten
Rabu, 2 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pengeringan Kurma Barhi di Riyadh Al-Khabra, Tradisi Turun-Temurun untuk Menjaga Hasil Panen

Warga Riyadh Al-Khabra mengandalkan pengeringan kurma Barhi untuk penyimpanan jangka panjang, memanfaatkan pengetahuan pertanian turun-temurun demi keberlanjutan dan mengurangi kehilangan hasil.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Proses pengeringan kurma Barhi di Riyadh Al-Khabra

Poin Utama

AI

Sejak lama, masyarakat Kabupaten Riyadh Al-Khabra di wilayah Qassim mengandalkan pengeringan kurma, khususnya jenis Barhi, sebagai cara untuk menyimpan kelebihan hasil panen dan memanfaatkannya di luar musim. Para petani telah mengembangkan metode tradisional untuk mengeringkan dan menyimpan kurma, sehingga memperpanjang masa simpan dan memungkinkan konsumsi sepanjang tahun.

Kurma Barhi merupakan salah satu varietas yang banyak ditemukan di berbagai wilayah Arab Saudi. Kurma ini mengalami perubahan warna dan rasa secara bertahap, mulai dari kuning keemasan seperti aprikot, berubah menjadi warna amber saat masih segar (ruthab), dan akhirnya menjadi cokelat muda ketika matang sempurna.

Pakar menjelaskan bahwa proses pengeringan dan penyimpanan dulunya dilakukan di rumah dan kebun sebelum teknologi pendinginan dan pengemasan modern berkembang. Petani memilih kurma yang sesuai dan mengeringkannya dengan cara yang disesuaikan dengan lingkungan setempat, sehingga dapat menyediakan stok kurma yang bisa dimanfaatkan di luar musim panen.

Teknologi Pengeringan dan Perannya dalam Menjaga Kurma

Proses pengeringan bertujuan menurunkan kadar air dalam kurma untuk membatasi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga memperpanjang masa simpan. Data menunjukkan, kurma kering dapat disimpan pada tingkat kelembapan sekitar 20% dan suhu sekitar 25 derajat Celsius jika kondisi penyimpanan memadai.

Selain untuk menjaga pangan, metode ini juga mencerminkan keahlian pertanian yang diwariskan dalam mengelola musim dan mengurangi kehilangan hasil. Praktik ini sejalan dengan konsep keberlanjutan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Pemanfaatan Pengetahuan Tradisional untuk Pengembangan Produk

Kemajuan teknologi pengolahan dan pengemasan kurma memungkinkan inspirasi dari praktik tradisional untuk mengembangkan produk berbasis kurma kering yang disajikan secara modern sesuai kebutuhan konsumen, sehingga menambah peluang produk pertanian di pasar.

Wilayah Qassim menonjol sebagai salah satu sentra pertanian penting dalam produksi kurma, memanfaatkan keragaman jenis pohon kurma dan luasnya aktivitas pertanian serta pemasaran produknya. Hal ini membuka peluang penerapan pengetahuan tradisional dalam jalur modern yang menambah nilai pada produk lokal.

Pengeringan kurma Barhi merangkum perjalanan kurma Saudi dari panen hingga penyimpanan, mengubah hasil panen melimpah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan setelah musim berakhir. Praktik ini memadukan pengetahuan turun-temurun dengan kebutuhan masa kini, menghubungkan tradisi pertanian dengan konsep keberlanjutan dan pengurangan kehilangan hasil.

Komentar (0)