Lompat ke konten
Jumat, 9 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Imam Masjidil Haram: Keamanan Dua Masjid Suci adalah Garis Merah

Imam Masjidil Haram, Syekh Abdulrahman as-Sudais, memperingatkan bahaya penyalahgunaan media sosial dan kecerdasan buatan, serta mengajak umat menjaga kejujuran dan amanah.

AJEL Indonesia37 mnt lalu · 2 mnt baca
Imam Masjidil Haram khutbah tentang keamanan Dua Masjid Suci

Poin Utama

AI

Imam dan khatib Masjidil Haram, Syekh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz as-Sudais, mengimbau umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dan mematuhi aturan syariat serta etika saat menggunakan media sosial dan teknologi modern. Ia memperingatkan bahaya penyebaran rumor, berita menyesatkan, pelanggaran privasi, serta penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan untuk penipuan dan pemalsuan.

Dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjidil Haram, Syekh as-Sudais menegaskan bahwa Islam adalah sistem hidup yang menyeluruh, membimbing umat kepada akhlak mulia dan perilaku baik. Ia menyoroti pesatnya kemajuan teknologi dan meluasnya penggunaan media sosial, serta menekankan bahwa sarana ini adalah nikmat dari Allah yang harus disyukuri dengan penggunaan yang bijak dan kesadaran akan pengawasan Allah atas setiap yang dipublikasikan atau diucapkan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab dapat merusak hubungan sosial, menyebarkan rumor dan fitnah, serta melanggar kehormatan dan harta orang lain. Ia mengingatkan agar waspada terhadap platform palsu dan situs penipuan, serta menekankan bahwa setiap kata yang dipublikasikan di dunia digital akan dimintai pertanggungjawaban.

Peringatan atas Kejahatan Kecerdasan Buatan dan Penipuan Digital

Syekh as-Sudais memperingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan dan aplikasi komputer untuk pemalsuan, rekayasa video, peniruan suara, penyamaran identitas, serta mengaitkan perkataan dan gambar pada orang yang bukan pemiliknya. Ia menegaskan bahwa praktik semacam ini termasuk kebohongan yang diharamkan secara syariat dan merupakan pelanggaran hak orang lain serta membantu penyebaran kebatilan.

Ia juga menyoroti bahwa penyalahgunaan teknologi modern dapat menimbulkan kerusakan yang berdampak pada individu, keluarga, dan masyarakat, seperti pelanggaran privasi, penipuan, penyebaran keresahan, merusak kepercayaan, dan mengancam keamanan sosial.

Imbauan Verifikasi dan Persatuan Nasional

Syekh as-Sudais menekankan pentingnya memverifikasi kebenaran berita, gambar, dan video sebelum menyebarkannya, sesuai perintah syariat. Ia memperingatkan bahaya menyebarkan informasi tanpa verifikasi atau membagikan konten palsu, karena dapat menimbulkan dampak negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Pada khutbah kedua, ia menegaskan bahwa syariat Islam mengajarkan persatuan dan menolak perpecahan. Ia memperingatkan kejahatan terkait media sosial seperti pemerasan, pencemaran nama baik, serta penyebaran rumor dan fitnah. Ia mengajak untuk melawan upaya memecah belah persatuan, memanfaatkan teknologi untuk kepentingan agama dan negara, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan teknologi.

Kecaman atas Serangan Teroris dan Doa untuk Keamanan Kerajaan

Syekh as-Sudais mengecam serangan teroris yang menargetkan Mekkah dan Madinah, menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Ia berdoa agar Allah melindungi Arab Saudi dari segala keburukan, menganugerahkan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran, serta memberikan taufik kepada para pemimpinnya, menjaga aparat keamanan, dan memelihara persatuan umat Islam.

Komentar (0)