Lompat ke konten
Rabu, 2 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Menteri Keuangan Hadiri Pertemuan G20 di Asheville, Tegaskan Pentingnya Ketahanan Ekonomi

Menteri Keuangan Mohammed Al-Jadaan menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam pertemuan G20 di Amerika Serikat.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Menteri Keuangan Saudi dalam pertemuan G20 di Amerika Serikat

Poin Utama

AI

Menteri Keuangan Mohammed Al-Jadaan menghadiri pertemuan kedua para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang digelar di Asheville, Carolina Utara, di bawah presidensi Amerika Serikat, pada 31 Agustus dan 1 September 2026.

Pertemuan ini dihadiri para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20, serta perwakilan negara undangan dan pimpinan lembaga keuangan internasional.

Perkembangan Ekonomi dan Ketahanan

Dalam sesi "Perkembangan Ekonomi Terkini", Al-Jadaan menyampaikan bahwa ekonomi global menunjukkan ketahanan terhadap guncangan, namun tetap menghadapi risiko yang meningkat. Ia menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi melalui diversifikasi sumber produksi, memastikan ketersediaan cadangan, dan menjaga infrastruktur dengan kapasitas cadangan sebagai garis pertahanan pertama dalam menghadapi krisis.

Pertumbuhan dan Penanganan Ketidakseimbangan

Pada sesi "Pertumbuhan", Al-Jadaan menekankan pentingnya memberdayakan perekonomian untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa hambatan pertumbuhan berbeda-beda tergantung kondisi dan perkembangan masing-masing negara. Menurutnya, penguatan potensi pertumbuhan memerlukan identifikasi hambatan paling signifikan serta penyesuaian kebijakan dan reformasi sesuai tantangan yang dihadapi.

Ia juga berpartisipasi dalam sesi "Ketidakseimbangan Global", di mana ia menegaskan bahwa surplus dan defisit eksternal mencerminkan perbedaan struktur dan kondisi ekonomi antarnegara, dan tidak selalu merupakan ketidakseimbangan. Ia menambahkan, penanganan ketidakseimbangan ini perlu memperhatikan aspek di luar arus perdagangan, termasuk kondisi keuangan dan faktor struktural.

Tantangan Utang dan Kecerdasan Buatan

Pada sesi "Utang Negara", Al-Jadaan menjelaskan bahwa membangun sistem internasional yang solid untuk mengatasi tantangan utang memerlukan upaya membatasi akumulasi utang tidak produktif dan memperkuat kapasitas negara dalam mengelola keberlanjutan utangnya, guna mencegah tekanan likuiditas berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.

Ia juga mengikuti sesi diskusi tertutup bersama para menteri keuangan, gubernur bank sentral, dan pimpinan sektor swasta di bidang kecerdasan buatan, di mana mereka bertukar pandangan mengenai peran kecerdasan buatan dalam inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan Bilateral dan Kerja Sama Internasional

Di sela-sela pertemuan, Al-Jadaan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra dan pejabat tinggi lembaga keuangan internasional. Mereka membahas perkembangan ekonomi global, isu keuangan yang menjadi perhatian bersama, serta peluang memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman di bidang ekonomi dan keuangan.

Komentar (0)