UNESCO Apresiasi Kemitraan dengan Arab Saudi dan Sambut Upaya Dorong Etika AI
Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Anany, memuji kemitraan dengan Arab Saudi dan menyambut upaya negara itu dalam memperkuat etika kecerdasan buatan.
Poin Utama
AI
Direktur Jenderal UNESCO, Dr. Khaled El-Anany, menyampaikan apresiasinya atas kemitraan yang terjalin antara organisasi tersebut dan Arab Saudi, serta menyambut baik upaya negara itu dalam memperkuat etika kecerdasan buatan.
El-Anany mengatakan, "Forum Global Etika Kecerdasan Buatan yang akan diselenggarakan Arab Saudi di Riyadh pada 14 hingga 17 September 2026 merupakan peluang untuk memperkuat kerja sama internasional dan membantu tata kelola kecerdasan buatan secara global agar sejalan dengan laju inovasi." Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat mewujudkan hal ini sendirian, apalagi di tengah perubahan pesat yang dihadirkan kecerdasan buatan di masyarakat.
Ia menambahkan, lima tahun setelah negara-negara anggota UNESCO mengadopsi standar global pertama tentang etika kecerdasan buatan, yakni "Rekomendasi UNESCO tentang Etika Kecerdasan Buatan", negara-negara di dunia kini semakin giat menerjemahkan prinsip-prinsip etis tersebut ke dalam kebijakan, strategi, dan institusi yang nyata. Ia menekankan bahwa etika tidak hanya soal mencegah dampak negatif, tetapi juga memastikan kecerdasan buatan bermanfaat bagi manusia, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan berkontribusi pada kepentingan umum.
