Imam Masjid Nabawi Ingatkan Pelajaran dari Ashabul Fil, Peringatkan Houthi
Sheikh Khalid Al-Muhanna dalam khutbah Jumat menekankan pentingnya takwa dan kekuatan kata-kata baik dalam mempersatukan umat serta meraih ridha Allah.
Poin Utama
AIImam dan khatib Masjid Nabawi, Sheikh Dr. Khalid Al-Muhanna, menyatakan bahwa dua Masjid Suci memiliki kehormatan besar di sisi Allah dan kecintaan penuh di hati setiap Muslim. Ia menegaskan, "Tak seorang pun yang datang ke sana dengan niat jahat kecuali Allah akan menggagalkan tipu dayanya dan merendahkan urusannya."
Khatib Masjid Nabawi melanjutkan, Mekkah adalah Rumah Allah yang suci dan negeri yang paling dicintai Allah. Allah telah mengancam siapa pun yang berniat berbuat dosa besar di sana dengan azab yang pedih, apalagi bagi mereka yang berniat menyerang, seperti milisi teroris Houthi. Allah menjadikan kisah Ashabul Fil sebagai pelajaran bagi siapa pun yang mengikuti jejak mereka.
Tampilkan unggahan di platform X
Beliau mengajak umat Islam untuk bertakwa kepada Allah, menegaskan bahwa takwa adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, serta bekal terbaik bagi manusia. Pesan ini disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Nabawi, Madinah.
Sheikh Al-Muhanna menjelaskan bahwa kesempurnaan agama ini dan nikmat Allah kepada kaum Muslimin tercermin dalam petunjuk menuju keutamaan dalam ucapan dan perbuatan. Keutamaan yang dimiliki orang beriman menunjukkan kemuliaan umat ini dan menegaskan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan Allah sebagai berakhlak agung.
Pentingnya Kata-Kata Baik dalam Kehidupan Muslim
Imam Masjid Nabawi menyoroti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling baik tutur katanya, memilih ungkapan terindah dan terlembut, jauh dari kekasaran dan keburukan. Ia menambahkan, kata-kata baik adalah salah satu jalan menuju surga, dan yang paling utama adalah kalimat tauhid (la ilaha illallah), juga zikir, doa, dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat.
Sheikh Al-Muhanna menegaskan bahwa Allah hanya menerima ucapan yang baik, mencintai orang yang berkata baik, dan membenci kekasaran serta keburukan. Ia mengutip sabda Nabi: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlak yang baik. Allah membenci orang yang kasar dan berkata buruk."
Dampak Ucapan Baik bagi Masyarakat
Beliau menekankan bahwa kata-kata baik dapat mempersatukan hati, menyatukan umat, dan mendamaikan sesama. Memilih ucapan terbaik dapat melindungi masyarakat dari pertikaian dan permusuhan serta menutup pintu fitnah. Ia mengutip firman Allah: (Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sungguh, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka).
Ia menjelaskan bahwa ucapan yang baik bisa menjadi sebab perbaikan hubungan, meninggikan derajat di sisi Allah, sementara ucapan buruk dapat mendatangkan murka Allah. Ia mengajak untuk menjaga lisan, berhati-hati dalam berbicara, dan memilih kata-kata yang membawa kebaikan bagi sesama.
Keutamaan Kata-Kata Baik dalam Berinteraksi
Sheikh Al-Muhanna menutup khutbahnya dengan mengajak umat Islam untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan saat marah, serta memperlakukan fakir miskin dengan tutur kata yang baik. Ia menegaskan bahwa "kata-kata baik adalah sedekah", dan pahalanya semakin besar ketika mampu menghibur hati yang gundah atau menyenangkan jiwa yang terluka. Ia mengutip firman Allah: (Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti).
