Lompat ke konten
Sabtu, 12 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Restorasi Istana As-Saeed di Ash-Shamasiya Bangkitkan Memori Dua Abad

Istana As-Saeed di Ash-Shamasiya kembali ke bentuk aslinya setelah restorasi menyeluruh berdasarkan dokumen keluarga lama, menjadi saksi sejarah kawasan itu.

AJEL Indonesia39 mnt lalu · 1 mnt baca
Istana As-Saeed di Ash-Shamasiya setelah restorasi

Poin Utama

AI

Istana As-Saeed di Kabupaten Ash-Shamasiya telah mengalami proses rekonstruksi unik yang mengandalkan dokumen dan sertifikat lama milik keluarga pemilik, sehingga mengembalikan detail asli bangunan bersejarah ini yang telah berdiri lebih dari 200 tahun.

Insinyur Khalid Sulaiman As-Saeed menjelaskan bahwa keluarga sangat berupaya mengembalikan istana seperti semula, dengan mendokumentasikan setiap tahap restorasi berdasarkan dokumen dan sertifikat yang ada. Ia menambahkan, pekerjaan mencakup seluruh detail, mulai dari dinding, fondasi, pintu, pagar, sumur, hingga ukiran, dan menegaskan bahwa sekitar 90% ciri khas istana telah dikembalikan sesuai bentuk aslinya.

Detail Arsitektur dan Keaslian Identitas

Istana ini terdiri dari tiga lantai, atap, serta sejumlah kamar dan fasilitas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari pada masanya, seperti ruang penyimpanan biji-bijian dan "jassa". Seluruh elemen bangunan direstorasi menggunakan tanah liat saja, demi menjaga keaslian arsitektur dan menolak penggunaan standar bangunan modern yang dapat mengurangi otentisitasnya.

Restorasi Istana As-Saeed menjadi contoh berbeda dalam penanganan bangunan warisan, di mana tujuannya bukan sekadar membangun ulang bangunan lama dengan tampilan baru, melainkan mempertahankan sebanyak mungkin ciri aslinya dan mengembalikan detailnya dari sumber pertama.

Memori Hidup bagi Komunitas Lokal

Setelah proyek selesai, dinding tanah liat kembali ke posisi semula, pintu-pintu dikembalikan ke arah aslinya, begitu pula sumur, pagar, dan detail penyimpanan, sehingga istana ini kembali menceritakan kisah keluarga yang ingin mewariskan peninggalan kehidupan masa lalu kepada generasi mendatang. Dengan demikian, istana ini tetap menjadi saksi akar masyarakat dan sejarahnya yang telah berlangsung lebih dari dua abad.

Komentar (0)