Lompat ke konten
Selasa, 4 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Rumah Sakit di Riyadh Berhasil Pangkas 44% Lama Rawat Inap Anak Pasca Operasi Jantung

Rumah Sakit King Faisal Specialist dan Pusat Penelitian di Riyadh berhasil memangkas lama rawat inap anak-anak pasca operasi jantung bawaan hingga 44% berkat teknik bedah minimal invasif.

AJEL Indonesia48 mnt lalu · 2 mnt baca
Tim medis operasi jantung anak di Riyadh

Poin Utama

AI

Rumah Sakit King Faisal Specialist dan Pusat Penelitian di Riyadh berhasil memangkas lama rawat inap anak-anak setelah menjalani operasi kelainan jantung bawaan hingga 44% untuk kasus yang memenuhi syarat operasi minimal invasif, dengan rata-rata masa perawatan menurun dari 9 hari pada operasi konvensional menjadi 5 hari menggunakan teknik terbaru.

Pencapaian ini merupakan bagian dari program bedah minimal invasif untuk kelainan jantung bawaan pada anak yang diluncurkan rumah sakit pada pertengahan 2023. Program ini menggunakan sayatan kecil di antara tulang rusuk untuk mengakses jantung, menggantikan metode lama yang membuka tulang dada secara penuh.

Program ini memperkuat posisi Rumah Sakit King Faisal Specialist dan Pusat Penelitian sebagai pelopor regional dalam penerapan bedah canggih untuk anak, sekaligus menjadi satu-satunya pusat di kawasan yang menawarkan bedah minimal invasif untuk mengatasi kelainan pada sisi kiri jantung.

Direktur Eksekutif Pusat Keunggulan Jantung di rumah sakit tersebut, Dr. Hani Al-Sarjani, menyatakan keberhasilan penerapan bedah minimal invasif pada 54 anak dengan kelainan jantung bawaan menunjukkan kemampuan program menangani kasus-kasus yang rumit. Ia menambahkan, pendekatan ini mengurangi dampak bedah pada dinding dada, membantu meredakan nyeri pasca operasi, mendukung pernapasan dan mobilitas lebih awal, serta mempercepat pemulihan sehingga beban perawatan bagi anak dan keluarga menjadi lebih ringan.

Sementara itu, Direktur Program Bedah Minimal Invasif Kelainan Jantung Bawaan Anak, Dr. Maryam Al-Omayer, menjelaskan bahwa jenis operasi ini membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena struktur anatomi anak yang kecil dan sensitifnya intervensi pada jantung.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi sangat bergantung pada kolaborasi tim bedah jantung, anestesi, dan perawatan intensif, terutama pada pasien bayi. Program ini bahkan telah berhasil melakukan operasi pada bayi berusia tiga bulan dengan berat tidak melebihi empat kilogram.

Pihak rumah sakit menegaskan, pemangkasan masa rawat inap pasca operasi turut meningkatkan efisiensi layanan di Pusat Jantung, dengan mengurangi waktu perawatan, memberikan fleksibilitas lebih dalam penjadwalan kasus, serta memperlancar alur perawatan dan memperluas peluang lebih banyak pasien mendapatkan layanan kesehatan spesialis.


Komentar (0)