Tim Medis Berhasil Angkat Tumor 19 Kilogram dari Rahim Pasien di Rumah Sakit Samtah
Tim dokter di Rumah Sakit Umum Samtah, Jazan, berhasil mengangkat tumor seberat 19 kilogram dari rahim seorang pasien usai melahirkan prematur, tanpa komplikasi.
Poin Utama
AITim medis di Rumah Sakit Umum Samtah, yang berada di bawah naungan Jaringan Kesehatan Jazan, berhasil mengangkat tumor besar seberat 19 kilogram dari rahim seorang pasien setelah ia melahirkan secara prematur pada usia kehamilan 32 minggu. Prosedur ini dilakukan dengan tetap mempertahankan rahim dan kedua indung telur pasien, tanpa adanya komplikasi bedah yang tercatat.
Pasien, yang tengah menjalani kehamilan pertamanya, datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas dan gangguan pergerakan usus akibat adanya massa besar di area panggul, meski tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya.
Pemeriksaan medis, termasuk MRI, menunjukkan adanya massa yang menekan kedua ureter sehingga menyebabkan pelebaran berat pada ureter dan rongga ginjal.
Tim medis kemudian menyusun rencana untuk memantau tanda vital ibu dan detak jantung janin, serta memberikan perawatan obat yang diperlukan, termasuk pemberian deksametason. Setelah itu, pasien melahirkan secara normal lebih awal, dan bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat serta tetap dalam pengawasan medis bersama ibunya.
Setelah persalinan, tim medis mendiskusikan pilihan pengobatan yang tersedia dengan pasien. Setelah mendapat persetujuan dan melakukan persiapan yang diperlukan, dilakukan operasi eksplorasi. Operasi menunjukkan bahwa tumor berasal dari dinding depan rahim dan melekat pada dinding depan dan samping perut, serta omentum mayor.
Tim bedah berhasil melepaskan dan memisahkan tumor dari jaringan sekitarnya sesuai jalur anatomi, lalu mengangkatnya secara utuh dengan berat mencapai 19 kilogram, sambil tetap mempertahankan rahim dan indung telur, tanpa komplikasi selama operasi.
Pasien kemudian diperbolehkan pulang dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan perawatan medis yang diperlukan, dengan jadwal kontrol lanjutan di poliklinik.
