Lompat ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Situs Syab Dahdhah di Najran Ungkap Permukiman Manusia Berusia 1,8 Juta Tahun

Otoritas Warisan Arab Saudi menyoroti situs Syab Dahdhah di Najran yang menyimpan alat batu berusia 1,2 hingga 1,8 juta tahun, menjadi bukti awal permukiman manusia di selatan Jazirah Arab.

AJEL Indonesia1 hari lalu · 2 mnt baca
Alat batu purba ditemukan di Syab Dahdhah Najran

Poin Utama

AI

Otoritas Warisan Arab Saudi menyoroti situs "Syab Dahdhah" di wilayah Najran, barat daya Kerajaan, sebagai salah satu situs arkeologi terpenting yang merekam awal permukiman manusia di Jazirah Arab. Di lokasi ini ditemukan alat-alat batu yang diperkirakan berusia antara 1,2 hingga 1,8 juta tahun.

Penemuan ini terungkap dalam survei arkeologi menyeluruh pada tahun 1400 H (1980 M), ketika alat-alat tersebut ditemukan di atas salah satu teras kerikil yang menghadap ke Wadi Najran. Proses erosi alami tanah membantu memperlihatkan lapisan permukiman kuno, dari mana dikumpulkan 34 sampel alat batu yang berasal dari zaman Paleolitikum Bawah.

Studi menunjukkan bahwa alat-alat yang ditemukan berkaitan dengan tradisi pembuatan alat batu "Oldowan", salah satu tradisi tertua dalam sejarah manusia. Manusia purba di situs ini memanfaatkan batu kuarsit lokal untuk membuat alat tajam yang digunakan dalam berbagai keperluan seperti memotong daging, memecah tulang, dan menguliti hewan.

Bukti Permukiman Manusia Awal

Hasil survei dan dokumentasi menunjukkan alat-alat yang ditemukan meliputi pemotong dari batu kerikil sungai, alat serbaguna, pengikis, dan serpihan hasil pemecahan inti batu. Ditemukan pula lapisan "patina" pada beberapa alat, yang menunjukkan lamanya waktu berlalu dan membantu menentukan konteks arkeologis situs tersebut.

Dr. Ajab Al-Otaibi, Direktur Jenderal Bidang Arkeologi Otoritas Warisan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan, dokumentasi, dan penelitian terhadap situs-situs arkeologi. Ia menegaskan pentingnya Syab Dahdhah karena berkontribusi dalam membangun pengetahuan menyeluruh tentang urutan situs dan nilai ilmiahnya, serta memperkuat pentingnya pelestarian bukti sejarah dan mendukung studi khusus mengenai sejarah permukiman manusia di Kerajaan.

Lingkungan Alam dan Daya Tariknya bagi Permukiman

Syab Dahdhah terhubung dengan sistem Wadi Najran di lereng timur Pegunungan Sarawat. Dahulu, kawasan ini menyediakan air, batu untuk membuat alat, serta tutupan vegetasi dan satwa yang melimpah, sehingga menjadi lingkungan yang cocok bagi kelompok manusia awal. Studi iklim menunjukkan bahwa Jazirah Arab pada masa Pleistosen mengalami periode basah, di mana lembah-lembah berubah menjadi lingkungan yang lebih lembap dan kaya akan flora dan fauna.

Mohammed Al-Hutailah, Ketua Perhimpunan Arkeologi dan Sejarah Najran, menegaskan bahwa temuan terbaru di situs ini merupakan bukti luar biasa tentang lamanya sejarah permukiman manusia di Jazirah Arab. Temuan tersebut mengungkap satu set lengkap alat batu dari fase "Oldowan awal", yang mencerminkan kemampuan manusia purba dalam berinovasi dan memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Alat-alat yang ditemukan beragam, mulai dari pemotong besar, pengikis, bilah halus, palu, hingga alat serbaguna, yang menggambarkan pola hidup sederhana masyarakat kuno di Najran. Hal ini memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu permukiman manusia tertua di dunia.

Otoritas Warisan terus melanjutkan upaya pelestarian dan penelitian situs arkeologi di Kerajaan, guna memperkuat pemahaman tentang kedalaman sejarah dan peradaban Arab Saudi serta melindungi peninggalannya untuk generasi mendatang.

Komentar (0)