Pengamat: Perjanjian Mekkah Cerminkan Respons Realistis atas Tantangan Keamanan Kawasan
Pengamat politik Dr. Mutlaq Al-Mutairi menyebut Perjanjian Mekkah mencerminkan respons realistis atas tantangan keamanan di kawasan serta menegaskan kesepahaman politik Arab Saudi, Pakistan, dan Turki.
Poin Utama
AIPengamat politik Dr. Mutlaq Al-Mutairi mengatakan, Perjanjian Mekkah untuk pertahanan bersama mencerminkan respons realistis terhadap tantangan keamanan di kawasan, serta menegaskan adanya kesepahaman politik antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pertahanan.
Ia menambahkan dalam wawancara dengan saluran Al-Ikhbariya bahwa negara-negara tersebut mewakili keseimbangan keamanan dan pertahanan di kawasan, berupaya menciptakan stabilitas, dan tidak memiliki tujuan untuk menyerang negara lain.
Al-Mutairi juga menyoroti bahwa negara-negara ini telah melakukan mediasi dan memimpin perundingan untuk meredakan konflik dan menghadirkan stabilitas di kawasan.
Sebelumnya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada Jumat kemarin mengumumkan penandatanganan "Perjanjian Mekkah untuk Pertahanan Bersama" dalam sebuah KTT yang digelar di Mekkah atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz.
Tampilkan unggahan di platform X
