Hari Ini, Lelang Internasional Peternakan Falcon Digelar di Riyadh
Lelang internasional peternakan falcon 2026 dimulai hari ini di Riyadh, dengan partisipasi peternak lokal dan internasional serta berbagai investor.
Poin Utama
AILelang internasional peternakan falcon 2026 resmi dimulai hari ini, Rabu, di Riyadh. Acara yang digelar oleh Pusat Nasional Falcon ini berlangsung dari 5 hingga 25 Agustus di markasnya di Malham, utara Riyadh, dengan melibatkan peternakan falcon dari dalam dan luar negeri. Seluruh persiapan telah rampung untuk menyambut para penggemar falcon, investor, dan peminat dari Arab Saudi maupun mancanegara.
Lelang ini menjadi kegiatan perdana yang diselenggarakan Pusat Nasional Falcon setelah mendapat regulasi baru dari Dewan Menteri, sebagai langkah memperkuat peran pusat dalam pengembangan ekosistem falcon, mendukung investasi, membangun kemitraan, serta menegaskan posisi Arab Saudi sebagai pusat global dalam dunia perfalconan.
Pusat telah menyiapkan area khusus untuk peternakan falcon lokal dan internasional, arena lelang, serta stan perlengkapan falcon. Selain itu, tersedia pula program pendamping berupa sejumlah lokakarya dan kegiatan edukasi, guna memberikan pengalaman lengkap bagi para penggemar falcon dan peminat. Pengiriman falcon dari peternakan internasional juga telah mulai tiba di lokasi lelang, antara lain dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Spanyol, Belgia, Portugal, Jerman, Prancis, Slovenia, Polandia, Rusia, Ceko, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Bahrain, Austria, Belanda, Rumania, dan Irlandia. Pengiriman dan kedatangan peserta akan terus berlangsung sesuai jadwal selama periode lelang.
Lelang ini mempertemukan peternakan falcon lokal dan internasional dengan para penggemar, pembeli, dan investor dalam sebuah pasar khusus, yang diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran, berbagi pengalaman, meningkatkan daya saing peternakan, serta mendukung pertumbuhan pasar falcon di Arab Saudi.
Pada edisi sebelumnya, lelang ini berhasil menjual 1.103 ekor falcon hasil produksi 67 peternakan dari 23 negara, termasuk 19 peternakan asal Saudi, dengan nilai penjualan lebih dari 13 juta riyal Saudi.
