Lompat ke konten
Minggu, 27 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Gubernur Madinah buka konferensi internasional upaya Arab Saudi tangkal penyimpangan pemikiran

Pangeran Salman bin Sultan menekankan pentingnya perlindungan pemikiran dan penguatan nilai moderasi saat membuka konferensi internasional di Madinah.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 3 mnt baca
Pangeran Salman bin Sultan buka konferensi di Madinah

Poin Utama

AI

Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz, Gubernur Provinsi Madinah, hari ini membuka "Konferensi Internasional Upaya Kerajaan dalam Menghadapi Penyimpangan Pemikiran" beserta pameran pendukungnya. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Madinah dengan partisipasi sejumlah pejabat tinggi serta perwakilan pusat dan lembaga fatwa dari negara-negara Islam, juga para peneliti dan pakar dari dalam dan luar Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Pangeran Salman bin Sultan menegaskan bahwa Arab Saudi sangat memperhatikan pembangunan kesadaran dan perlindungan pemikiran, serta menanamkan nilai-nilai moderasi dan keseimbangan, dan melawan ekstremisme serta penyimpangan pemikiran. Ia menekankan, keselamatan pemikiran adalah fondasi bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran masyarakat.

Ia menjelaskan, dengan dukungan dan arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota, Arab Saudi telah berkontribusi dalam menyebarkan toleransi, memperkuat kesadaran pemikiran, dan melawan ujaran ekstremisme melalui sistem terintegrasi yang melibatkan institusi keagamaan, pendidikan, keamanan, dan media. Upaya ini mendukung masyarakat, isu-isu dunia Islam, serta mendorong dialog dan hidup berdampingan antarbangsa dan budaya.

Pangeran Salman juga menyoroti pentingnya membentengi masyarakat Islam dengan pengetahuan dan akidah yang benar di tengah perubahan pesat dan semakin banyaknya sumber pengaruh pemikiran. Ia menegaskan peran pendidikan dan lembaga akademik dalam membangun kesadaran dan menanamkan prinsip moderasi, serta mengapresiasi peran Universitas Islam Madinah dalam bidang ini.

Konferensi sebagai wadah tukar pengalaman dan penguatan sinergi

Pangeran Salman bin Sultan menyatakan konferensi ini menjadi wadah ilmiah untuk menampilkan upaya dan pengalaman unggulan Arab Saudi dalam menghadapi penyimpangan pemikiran serta bertukar pengalaman antar pakar, guna melahirkan gagasan dan inisiatif yang memperkuat ketahanan dan keamanan masyarakat.

Ia juga meninjau stan-stan pameran pendukung yang menampilkan isu, penyebab, dan dampak penyimpangan pemikiran serta cara mengatasinya, termasuk inisiatif nasional dalam perlindungan pemikiran, peran akidah, kesehatan mental, dan lembaga sosial, serta pemanfaatan teknologi modern dan kecerdasan buatan dalam menghadapi tantangan pemikiran.

Pesan Mufti Agung: Melawan ekstremisme adalah tanggung jawab bersama

Sementara itu, Mufti Agung Arab Saudi yang juga Ketua Dewan Ulama Senior, Syekh Dr. Saleh bin Fawzan bin Abdullah al-Fawzan, melalui pidato yang dibacakan Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior, Syekh Dr. Fahd bin Saad al-Majid, menegaskan bahwa melawan ekstremisme dan penyimpangan pemikiran adalah tanggung jawab bersama. Ia menekankan, syariat Islam telah menetapkan prinsip moderasi dan keseimbangan serta memperingatkan bahaya ekstremisme, dan upaya Arab Saudi menjadi teladan di bidang ilmiah, pemikiran, pendidikan, dan keamanan.

Ia menambahkan, orang tua harus memantau dan melindungi anak-anak dari sumber pemikiran sesat, sementara guru, dai, dan insan media harus menyampaikan kebenaran dan memperingatkan bahaya penyimpangan. Ia juga memperingatkan bahaya kelompok sesat, terutama milisi Houthi yang mengancam persatuan bangsa.

Mufti Agung mengajak para peneliti dan pakar yang hadir di konferensi untuk memperhatikan aspek-aspek ini dalam penelitian ilmiah mereka, dan menilai bahwa upaya ilmiah merupakan kontribusi penting dalam melindungi generasi muda dan mendukung upaya Arab Saudi dalam memerangi pemikiran menyimpang.

Dukungan kepemimpinan untuk pendidikan dan penguatan pesan moderasi

Rektor Universitas Islam Madinah, Dr. Saleh bin Ali al-Aqla, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan negara atas dukungan berkelanjutan terhadap pendidikan dan universitas. Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Madinah terhadap konferensi ini serta dukungan Menteri Pendidikan dan Dewan Urusan Universitas.

Al-Aqla menegaskan, menghadapi penyimpangan pemikiran adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pendidikan, dan didukung oleh institusi keagamaan, budaya, dan media. Sejak berdiri, Arab Saudi telah memandang keamanan pemikiran sebagai sistem yang menyeluruh, dan Universitas Islam Madinah telah menjadi pusat keilmuan global dalam memperkuat moderasi dan keseimbangan serta menyebarkan ilmu yang benar.

Komentar (0)