Aksi Massa di Taiz Tuntut Pengakhiran Blokade dan Apresiasi Dukungan Arab Saudi untuk Yaman
Ribuan warga Taiz menggelar aksi protes menuntut diakhirinya blokade Houthi dan mengapresiasi dukungan Arab Saudi bagi rakyat Yaman.
Poin Utama
AIRibuan warga Provinsi Taiz pada Jumat (14/6) menggelar aksi protes besar-besaran menentang berlanjutnya blokade dan pelanggaran yang dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap warga sipil, serta menuntut pembukaan akses jalan dan pengurangan penderitaan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Menurut pernyataan resmi, para peserta aksi yang dihadiri masyarakat dan pejabat pemerintah membawa spanduk mengecam kejahatan blokade, kelaparan, penembakan, dan penembakan jitu. Mereka mendesak komunitas internasional untuk bertanggung jawab atas penderitaan lebih dari 1,5 juta penduduk sipil di provinsi itu.
Pernyataan dari aksi tersebut menegaskan bahwa Kota Taiz telah lama menderita akibat penutupan jalan dan jalur utama, termasuk penutupan akses vital terakhir lebih dari tiga pekan lalu, yang bertujuan mencekik kota dan menghalangi masuknya kebutuhan pokok, bantuan kemanusiaan, obat-obatan, dan perlengkapan medis. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran berat yang menggunakan blokade sebagai alat untuk membuat warga kelaparan.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa berlanjutnya praktik tersebut merupakan bentuk hukuman kolektif dan menuntut sikap tegas serta bertanggung jawab dari PBB dan komunitas internasional, terutama dengan meningkatnya serangan penembakan dan penembakan jitu yang secara langsung menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di permukiman dan desa padat penduduk.
Para peserta aksi mengecam berlanjutnya blokade dan pembatasan kebebasan bergerak serta akses aman warga terhadap kebutuhan dasar mereka. Mereka juga mengutuk kejahatan penembakan dan penembakan jitu yang sistematis terhadap warga sipil, serta menuntut kelompok Houthi bertanggung jawab atas pelanggaran ini beserta dampak kemanusiaan, kesehatan, dan sosialnya, serta meminta pertanggungjawaban para pelakunya.
Pernyataan itu menyerukan kepada PBB, Dewan Keamanan, komunitas internasional, serta organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk melampaui sekadar pernyataan keprihatinan dan kecaman, serta mengambil langkah nyata dan serius untuk menekan agar blokade dicabut dan seluruh jalan utama dibuka bagi pergerakan warga, barang, dan bantuan kemanusiaan tanpa syarat, serta menjamin perlindungan penduduk.
Para peserta juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan politik, khususnya Presiden Rashad Mohammed Al-Alimi, Ketua Dewan Kepresidenan, para anggota dewan, dan perdana menteri, atas upaya mereka dalam mengakhiri blokade Taiz, serta berharap dukungan terus berlanjut untuk membebaskan provinsi tersebut dan sepenuhnya mengakhiri blokade.
Mereka juga mengajak seluruh warga Taiz dari berbagai latar belakang politik dan sosial untuk bersatu dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu nasional dan kemanusiaan ini.
Pernyataan itu juga mengecam serangan langsung terhadap fasilitas sipil di Arab Saudi, serta upaya kelompok Houthi menargetkan tanah suci di Mekkah dan Madinah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Arab Saudi merupakan pilar utama bagi Yaman dan mengapresiasi peran serta dukungan berkelanjutan kerajaan bagi Yaman dan rakyatnya.
Pernyataan diakhiri dengan penegasan bahwa Taiz telah lama bertahan menghadapi blokade dan akan terus berjuang demi hak atas kebebasan dan kehidupan yang layak, hingga seluruh wilayah Yaman memperoleh keamanan, kebebasan, perdamaian, dan martabat.
Tampilkan unggahan di platform X
