Lompat ke konten
Senin, 24 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Arab Saudi dan Prancis Tegaskan Penguatan Kemitraan Strategis Usai Kunjungan Putra Mahkota ke Paris

Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan bersama di akhir kunjungan resmi ke Paris, menegaskan penguatan kemitraan strategis dan membahas isu-isu regional serta internasional utama.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 3 mnt baca
Putra Mahkota Saudi dan Presiden Prancis dalam pertemuan resmi

Poin Utama

AI

Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, yang juga Perdana Menteri Arab Saudi, bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengeluarkan pernyataan bersama di akhir kunjungan resmi Putra Mahkota ke Prancis pada 23 dan 24 Agustus 2026.

Kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis antara Arab Saudi dan Prancis, seraya menyoroti peringatan seratus tahun hubungan diplomatik kedua negara. Keduanya juga berharap kemitraan ini dapat berkontribusi dalam menghadapi tantangan regional dan global, serta memperkuat kepercayaan dan saling menghormati.

Peluncuran Dewan Kemitraan Strategis dan Inisiatif Baru

Putra Mahkota dan Presiden Prancis memimpin pertemuan pertama Dewan Kemitraan Strategis Saudi-Prancis, di mana mereka meluncurkan sejumlah inisiatif baru untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang. Keduanya menekankan pentingnya menjaga stabilitas di Timur Tengah, menghormati kedaulatan negara, dan mengedepankan solusi politik serta diplomatik dalam penyelesaian konflik.

Sikap Bersama atas Isu Regional

  • Keamanan regional dan Iran: Kedua negara menekankan pentingnya solusi negosiasi atas krisis yang ada, menegaskan komitmen terhadap program nuklir Iran yang damai, serta menyerukan Iran untuk bekerja sama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional.
  • Selat Hormuz: Kedua pihak mengecam serangan terhadap kapal dan ancaman terhadap jalur pelayaran, serta menegaskan pentingnya mengembalikan aktivitas pelayaran ke kondisi normal tanpa pungutan atau pembatasan.
  • Isu Palestina: Kedua negara menyambut baik kesepakatan perlucutan senjata Hamas dan menyerukan implementasinya, menekankan pentingnya gencatan senjata dan kelancaran bantuan ke Gaza, serta mendukung pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.
  • Lebanon: Kedua pihak sepakat mendukung upaya penyelesaian dan penguatan institusi negara Lebanon, menegaskan dukungan terhadap angkatan bersenjata Lebanon dan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
  • Yaman: Kedua negara kembali menegaskan dukungan terhadap Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman dan upaya PBB, serta mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur dan fasilitas vital di Arab Saudi serta serangan terhadap kapal.
  • Sudan dan Suriah: Kedua pihak menekankan pentingnya mengakhiri krisis di Sudan, mendukung persatuan dan stabilitas Suriah, serta menyambut pembentukan Dewan Bisnis Saudi-Suriah-Prancis.

Peningkatan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Teknologi

Kedua negara menyepakati deklarasi untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan menegaskan kuatnya hubungan ekonomi, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 11,8 miliar dolar AS pada 2025. Mereka juga menyoroti pentingnya kerja sama di sektor energi, minyak, petrokimia, energi terbarukan, nuklir, dan hidrogen bersih, serta isu perubahan iklim dan teknologi baru.

Kedua pihak menyambut penandatanganan nota kesepahaman oleh Qiddiya Investment Company untuk mengembangkan destinasi global utama di Cergy-Pontoise, Prancis, dengan nilai hingga 6 miliar euro. Mereka juga sepakat membentuk kerangka keuangan untuk mendukung proyek Prancis di Arab Saudi, serta memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan pengembangan kapasitas.

Kerja Sama Budaya, Olahraga, dan Dukungan untuk Expo 2030

Kedua negara menegaskan pentingnya kerja sama di AlUla dan memperpanjang kemitraan hingga 2035, serta mengapresiasi suksesnya Kejuaraan Dunia Esports di Paris. Mereka juga menyambut partisipasi Prancis dalam Expo 2030 Riyadh, dan telah menandatangani sejumlah perjanjian serta nota kesepahaman di bidang pertahanan, kesehatan, teknologi baru, dan hiburan.

Komentar (0)