Lompat ke konten
Senin, 17 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Menteri Pendidikan: Mulai Tahun Ini, Guru Pulang Setelah Jam Pelajaran Usai Sesuai Jadwal Sekolah

Menteri Pendidikan Yusuf Al-Bunyan menegaskan guru peserta program tatap muka hanya boleh pulang setelah jam pelajaran berakhir sesuai jadwal sekolah.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 2 mnt baca
Menteri Pendidikan Arab Saudi dalam konferensi pers

Poin Utama

AI

Menteri Pendidikan Yusuf Al-Bunyan menegaskan bahwa mulai tahun ini, guru laki-laki dan perempuan peserta program tatap muka hanya diperbolehkan pulang setelah jam pelajaran berakhir, sesuai jadwal yang telah ditetapkan di masing-masing sekolah. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pemerintah.

Al-Bunyan menjelaskan bahwa kementerian tengah mengembangkan sistem pendidikan melalui program pelatihan dan pengembangan profesional yang ditujukan bagi tenaga pendidik. Ia menyebutkan, terdapat rencana pelatihan besar-besaran bagi guru yang menjadi salah satu program pelatihan terbesar di sektor pendidikan.

Ia menambahkan, kementerian akan melatih 240 ribu tenaga pendidik di berbagai jenjang, serta membangun platform digital untuk pengembangan profesional bagi 500 ribu pegawai di bidang pendidikan.

Dalam upaya meringankan beban administratif dan operasional guru, kementerian bekerja sama dengan Sdaia dan Humane untuk meluncurkan inisiatif yang dapat mengurangi beban tersebut.

Menteri Pendidikan juga menegaskan bahwa tidak ada guru yang diperbolehkan mengajar mata pelajaran di luar bidang keahliannya.

Al-Bunyan menyampaikan bahwa pada tahun ajaran baru, 22 mata pelajaran telah diperbarui, dan 50 modul pembelajaran tentang kecerdasan buatan telah ditambahkan. Platform "Madrasati" kini juga menyediakan lebih dari 500 buku digital.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 45 ribu siswa telah bergabung dengan sekolah khusus untuk mendukung siswa berbakat. Selain itu, lebih dari 4 ribu guru laki-laki dan perempuan telah dilatih untuk menemukan siswa berbakat, dan lebih dari 495 ribu siswa laki-laki dan perempuan telah berpartisipasi dalam kompetisi kualifikasi.

Ia menambahkan, kementerian telah mendirikan beberapa sekolah khusus untuk mendukung bakat siswa.

Menteri Pendidikan menyebutkan bahwa angka partisipasi pendidikan anak usia dini telah melampaui 35%, dan kementerian menargetkan angka tersebut mencapai 90% pada akhir 2030.

Ia juga menjelaskan bahwa kementerian telah menyediakan 200 gedung sekolah untuk menyediakan 160 ribu kursi tambahan di pendidikan swasta.

Terkait program beasiswa luar negeri, Al-Bunyan menyampaikan bahwa 70% mahasiswa penerima beasiswa belajar di 50 universitas terbaik dunia.

Kementerian juga telah mengevaluasi seluruh sekolah di Kerajaan selama tiga tahun terakhir guna meningkatkan kualitas lulusan pendidikan.



Komentar (0)