Lompat ke konten
Sabtu, 12 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Gelombang Solidaritas Arab dan Internasional untuk Saudi atas Serangan Pipa Minyak

Gelombang solidaritas dari negara-negara Arab dan internasional mengalir untuk Arab Saudi setelah serangan terhadap pipa minyak East-West di wilayah Riyadh dan Madinah.

AJEL Indonesia56 mnt lalu · 2 mnt baca
Pipa minyak Saudi diserang, solidaritas internasional

Poin Utama

AI

Gelombang solidaritas dari negara-negara Arab dan internasional mengalir untuk Arab Saudi setelah serangan terhadap pipa minyak East-West di wilayah Riyadh dan Madinah.

Mesir mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan, serta menegaskan dukungan penuhnya kepada Riyadh dalam menghadapi segala ancaman.

Uni Emirat Arab juga menolak serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Arab Saudi serta ancaman bagi keamanan dan stabilitasnya. UEA menegaskan kembali dukungannya atas segala upaya menjaga keamanan dan stabilitas Saudi, serta menyoroti bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur sipil dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, kedaulatan, dan integritas wilayah Arab Saudi.

Pakistan kembali menegaskan dukungan teguhnya terhadap kedaulatan, integritas wilayah, keamanan, dan kemakmuran Arab Saudi. Pakistan juga menegaskan solidaritasnya dengan kepemimpinan, pemerintah, dan rakyat Arab Saudi, serta menambahkan bahwa Pakistan telah dan akan terus berupaya sungguh-sungguh demi perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan.

Pemerintah Irak mengutuk serangan tersebut dan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk serangan yang mengancam keamanan dan stabilitas Arab Saudi atau merusak hubungan persaudaraan yang kuat antara kedua negara. Pemerintah Irak juga mengapresiasi sikap dan respons Arab Saudi terhadap upaya Irak dalam meredakan situasi, yang dianggap mencerminkan kepedulian Saudi terhadap keamanan dan stabilitas Irak serta kelanjutan hubungan persaudaraan dan kerja sama demi kepentingan kedua bangsa.

Perdana Menteri sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Ali Faleh Al-Zaidi, telah memerintahkan penyelidikan segera terkait insiden serangan tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

Pemerintah Irak menegaskan akan terus bekerja sama dengan negara-negara sahabat dan mitra untuk mencegah terulangnya serangan serupa, memperkuat penghormatan terhadap hukum dan prinsip bertetangga yang baik, demi melindungi kepentingan Irak dan memperkuat peran positifnya di kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menanggapi serangan terhadap pipa minyak Saudi, menyatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan mengisyaratkan bahwa Iran kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Komentar (0)