Lompat ke konten
Minggu, 9 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pengamat: Perjanjian Mekkah Perkuat Pertahanan dan Stabilitas Kawasan

Pengamat politik Dr. Barakah Al-Houshan menyebut Perjanjian Mekkah sebagai pencapaian pertahanan yang memperkuat perdamaian dan keamanan internasional serta melindungi stabilitas kawasan.

AJEL Indonesia25 mnt lalu · 1 mnt baca
Penandatanganan perjanjian pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan

Poin Utama

AI

Pengamat politik Dr. Barakah Al-Houshan menyatakan bahwa Perjanjian Mekkah merupakan pencapaian di bidang pertahanan yang memperkuat perdamaian dan keamanan internasional serta melindungi stabilitas kawasan.

Dalam wawancara di Radio Al-Ikhbariya, Dr. Barakah Al-Houshan menambahkan bahwa perjanjian ini merupakan pencapaian bersama dua negara besar di kawasan, yakni Pakistan yang merupakan negara nuklir, dan Turki yang merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Ia melanjutkan, perjanjian ini hadir demi perdamaian dan keamanan internasional di kawasan yang tengah dilanda konflik, perang, dan aksi milisi yang mengancam stabilitas. Ia menegaskan bahwa kerja sama pertahanan ini tidak ditujukan kepada pihak manapun, melainkan untuk melindungi keamanan Arab Saudi dan keamanan regional. Pakistan dan Turki juga membutuhkan dukungan Kerajaan Arab Saudi di berbagai bidang.

Sebelumnya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan mengumumkan penandatanganan perjanjian pertahanan bersama yang memperkuat upaya pencegahan kolektif jika salah satu negara mengalami serangan. Perjanjian ini bertujuan memperkuat pencegahan bersama terhadap setiap tindakan agresi, dan menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara dianggap sebagai serangan terhadap semuanya. Perjanjian ini juga mencakup penguatan seluruh aspek kerja sama pertahanan di antara ketiga negara.

Komentar (0)