Lompat ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Dari Awal Hingga 250 Ton per Hari, 17 Edisi Membentuk Kisah Pasar Kurma Bukayriyah

Dimulai dari ide sederhana 17 tahun lalu, Pasar Kurma Bukayriyah kini menjadi ajang tahunan penting yang mempertemukan petani, pedagang, dan pembeli dengan penjualan harian ratusan ton.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 5 mnt baca
Aktivitas penjualan kurma di Pasar Bukayriyah

Poin Utama

AI

Dimulai dari sebuah ide 17 musim lalu untuk memasarkan hasil kebun kurma, kini Pasar Kurma Bukayriyah menerima ratusan ton kurma setiap harinya dan menjadi tempat berkumpulnya petani, pedagang, serta pembeli. Selama bertahun-tahun, Bukayriyah membangun pengalaman pertanian dan ekonomi yang terus berkembang dari satu edisi ke edisi berikutnya, hingga musim kurma menjadi salah satu agenda tahunan penting di wilayah tersebut.

Awal mula Pasar Kurma Bukayriyah terjadi pada 2009, ketika gagasan membangun pasar untuk menampung hasil kurma dari wilayah dan sekitarnya menjadi kenyataan. Edisi kedua digelar pada 2010, lalu ketiga pada 2011, menandai awal perjalanan panjang yang diwarnai perubahan lokasi, tata kelola, kegiatan, serta peningkatan aktivitas perdagangan.

Awal Mula: Kebutuhan Melahirkan Ide

Pendirian pasar ini merupakan respons atas keunggulan Bukayriyah dan sekitarnya dalam produksi kurma, serta kebutuhan petani akan wadah pemasaran yang mempertemukan produsen, konsumen, dan pedagang di satu tempat.

Pada tahun-tahun awal, perhatian tidak hanya tertuju pada lelang dan penjualan kurma. Upaya pengembangan pasar, perbaikan lokasi, dan peningkatan layanan bagi petani serta pembeli sudah dimulai sejak dini. Seiring waktu, berbagai kegiatan pendukung pun menjadi bagian dari pengalaman pasar ini.

Dari Lelang Kurma Menjadi Musim Tahunan

Identitas pasar pun berkembang secara bertahap. Selain aktivitas jual beli, hadir pula stan keluarga produsen, pengrajin, produk turunan kurma, kuliner tradisional, tenda jamuan, kebun percontohan, serta program untuk generasi muda.

Pada edisi kelima tahun 2014, pasar mencapai tonggak penting saat Pangeran Dr. Faisal bin Mishaal bin Saud bin Abdulaziz—saat itu Wakil Gubernur Provinsi Qassim—meresmikan hari emas festival dan meletakkan batu pertama pembangunan pasar kurma baru.

Pada 2015, pasar terus berkembang dengan menampilkan produk pabrik dan kebun, tenda jamuan, stan keluarga produsen, serta program dukungan bagi pemuda yang ingin berinvestasi dan bekerja di pasar kurma.

2016: Penjualan Lebih dari 30 Juta Riyal

Tahun 2016 menjadi salah satu tonggak ekonomi penting dalam sejarah festival, dengan nilai penjualan melebihi 30 juta riyal Saudi hanya dalam tiga minggu pertama musim, didukung antusiasme pembeli dan tingginya aktivitas perdagangan.

Capaian ini sejak awal menunjukkan potensi ekonomi musim kurma bagi wilayah, tidak hanya bagi petani dan pedagang, tetapi juga bagi sektor pendukung dan peluang kerja bagi pemuda.

2017: Menuju Pasar yang Mengimbangi Pertumbuhan

Pada edisi kedelapan tahun 2017, festival kembali mendapat perhatian dari Gubernur Qassim, Pangeran Dr. Faisal bin Mishaal bin Saud bin Abdulaziz, yang menghadiri hari emas, meninjau area lelang, stan keluarga produsen, pengrajin, dan pameran pendukung.

Edisi ini menjadi titik penting dalam pengembangan pasar, dengan arahan dari Gubernur Qassim untuk membangun pasar kurma baru yang dapat mengakomodasi pertumbuhan aktivitas dan kebutuhan petani serta pembeli akan lokasi yang lebih representatif.

Edisi Kesembilan: 40 Hari Aktivitas

Tahun 2018, edisi kesembilan digelar selama 40 hari. Tidak hanya berfokus pada penjualan kurma, tetapi juga menghadirkan berbagai program dan kegiatan seperti jamuan, kuliner tradisional, produk turunan kurma, serta kunjungan ke situs wisata dan warisan budaya.

Dengan demikian, pasar tidak hanya menawarkan produk pertanian Bukayriyah, tetapi juga memperkenalkan identitas sosial dan budayanya kepada pengunjung.

Pasar Memasuki Tahap Organisasi Baru

Seiring berjalannya waktu, Pasar Kurma Bukayriyah memasuki fase yang lebih terorganisir dan berfokus pada peran pertanian serta pemasaran.

Pada musim ke-13 tahun 2022, pasar memiliki 20 jalur dan 18 kios penjual, lelang harian, stan produk turunan kurma, serta menyediakan peluang kerja bagi pemuda.

Musim itu juga mencerminkan besarnya aktivitas pasar, dengan rata-rata 55 ribu kemasan atau sekitar 220 ribu kilogram kurma dari berbagai jenis dipasarkan setiap hari.

Pada tahun yang sama, Gubernur Qassim menginstruksikan pembangunan proyek alun-alun pasar kurma baru di Bukayriyah seluas 195 ribu meter persegi, sebagai bagian dari upaya pengembangan infrastruktur untuk mendukung petani dan pemasaran produk.

Dari Musim ke-14 Menuju Tahap Lebih Matang

Pasar terus berkembang dan pada 2023 memasuki edisi ke-14, dengan lelang harian, kehadiran petani, penjual, dan pembeli, serta semakin besarnya peran lembaga terkait dalam mengelola pasar musiman, meningkatkan efisiensi pemasaran, dan pengawasan kualitas kurma.

Musim ini kini menjadi ekosistem yang mempertemukan petani, pedagang, konsumen, usaha kecil, dan pemuda yang terlibat dalam berbagai aktivitas terkait kurma.

2026: Edisi ke-17

Kini, kisah Pasar Kurma Bukayriyah memasuki edisi ke-17 pada musim 2026.

Pada edisi kali ini, pasar mencatat aktivitas ekonomi yang signifikan, dengan penjualan harian melebihi 250 ton berbagai jenis kurma, serta tingginya partisipasi petani, pedagang, dan pembeli dari Bukayriyah dan daerah sekitarnya.

Musim berlangsung selama 75 hari di lokasi di Jalan Raja Salman bin Abdulaziz, dengan 20 jalur untuk melayani petani dan penjual kurma. Lelang diadakan dua kali sehari untuk mengakomodasi volume penjualan dan jumlah produk yang masuk.

Jenis kurma yang dipasarkan pun beragam, seperti sukari, hishishi, manasif, barhi, wananah, saq'i, dan majdool, mencerminkan keragaman dan kualitas hasil kebun di wilayah tersebut.

17 Edisi, Kisah yang Terus Berkembang

Dari musim perdana pada 2009 yang bertujuan menyediakan pasar bagi petani, hingga edisi ke-17 dengan penjualan harian lebih dari 250 ton, perjalanan panjang pengembangan dan inovasi telah dilalui.

Lokasi berubah, sistem pengelolaan berkembang, jumlah peserta bertambah, keluarga produsen, pengrajin, pemuda, dan usaha kecil pun ikut terlibat. Peningkatan infrastruktur pasar terus menjadi perhatian, sementara pohon kurma tetap menjadi pusat dari kisah ini, yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Setelah 17 musim, Pasar Kurma Bukayriyah bukan sekadar ajang jual beli, melainkan telah menjadi saksi hubungan erat wilayah ini dengan produk pertaniannya, penggerak ekonomi, serta wadah tahunan yang mempertemukan petani, pedagang, dan konsumen, sekaligus menghubungkan memori Bukayriyah dengan masa kini ekonominya.

Komentar (0)