Presiden Turki Erdogan Tinggalkan Arab Saudi Usai Teken Perjanjian Pertahanan Mekkah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meninggalkan Jeddah hari ini setelah kunjungan resmi ke Arab Saudi dan penandatanganan Perjanjian Mekkah untuk pertahanan bersama.
Poin Utama
AIPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari ini meninggalkan Kota Jeddah setelah menyelesaikan kunjungan resminya ke Arab Saudi.
Wakil Gubernur Mekkah Pangeran Saud bin Mishal bin Abdulaziz dan Menteri Negara sekaligus anggota Dewan Menteri untuk Urusan Majelis Syura, Dr. Issam bin Saad bin Said, turut melepas keberangkatan Presiden Turki di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Turut hadir dalam upacara perpisahan tersebut Sekretaris Kota Jeddah Ihsan Bafaqih, Duta Besar Arab Saudi untuk Turki Fahd bin Asaad Abu Al-Nasr, Duta Besar Turki untuk Arab Saudi Emrullah Isler, Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Wilayah Mekkah Brigadir Jenderal Othman bin Abdulrahman Al-Yousef, serta Kepala Protokol Kerajaan Wilayah Mekkah Ahmad bin Abdullah bin Dhafir.
Sebelumnya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah menandatangani Perjanjian Mekkah untuk pertahanan bersama, yang membentuk kerangka kerja trilateral untuk kerja sama pertahanan. Perjanjian ini menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara dianggap sebagai serangan terhadap semuanya, sebagai langkah untuk memperkuat pencegahan bersama serta mendukung keamanan dan stabilitas.
Penandatanganan perjanjian berlangsung dalam KTT Pertahanan Bersama Mekkah yang digelar di Mekkah, dan ditandatangani oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif.
Menurut pernyataan bersama, perjanjian ini bertujuan memperkuat pencegahan bersama terhadap segala bentuk serangan, serta mengembangkan seluruh aspek kerja sama pertahanan di antara ketiga negara demi meningkatkan keamanan bersama mereka.
