Lompat ke konten
Sabtu, 10 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Jazan Jadi Sorotan Hujan Deras di Arab Saudi, Pakar Cuaca Ungkap Penyebab Petir dan Curah Tinggi

Wilayah Jazan kembali menjadi pusat perhatian di Arab Saudi akibat hujan deras dan petir, dengan pakar cuaca mengungkap faktor alam yang memicunya.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 3 mnt baca
Pemandangan hujan deras dan awan tebal di Jazan

Poin Utama

AI

Jazan: Yusra Muslimi

Dalam suasana luar biasa yang memperlihatkan kekuatan alam dan keindahan bumi, wilayah Jazan terus menjadi sorotan utama dalam musim hujan di Arab Saudi. Hujan deras turun berturut-turut, sungai dan lembah meluap, serta permukaan air meningkat di sejumlah lokasi, di tengah suasana petir yang menciptakan pemandangan alam menakjubkan yang diabadikan para fotografer dan pemburu hujan. Perhatian kini tertuju pada perkembangan cuaca di sisa Oktober dan November di berbagai kabupaten wilayah ini.

Menanggapi fenomena cuaca ini, anggota Perhimpunan Cuaca dan Iklim Arab Saudi, Ali Mashhur, dalam pernyataannya kepada «Ajel», mengungkap sejumlah faktor iklim dan geografis yang membuat Jazan menjadi wilayah yang kondusif untuk terbentuknya awan petir dan hujan. Ia menjelaskan, wilayah ini memiliki beban panas yang naik ke atmosfer, kelembapan melimpah di lapisan udara, serta pengangkatan akibat topografi dan pertemuan angin. Semua faktor ini mendorong arus udara naik dan membentuk awan lokal yang tinggi, yang kerap disertai petir hebat.

Mashhur menjelaskan, musim gugur menghadirkan kondisi atmosfer yang meningkatkan peluang hujan di wilayah ini, terutama dengan masuknya arus hangat dan lembap dari selatan Laut Merah dan Teluk Aden, serta kelembapan di lapisan atas dari Laut Arab. Hal ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan awan hujan ketika faktor cuaca lain juga mendukung.

Ia menambahkan, beban panas dan pengangkatan topografi berperan penting mendorong udara hangat ke atas, sementara pertemuan angin memperkuat naiknya arus udara. Kombinasi faktor-faktor ini dengan kelembapan yang tersedia meningkatkan peluang terbentuknya awan petir dan aktivitasnya, yang menjelaskan intensitas hujan dan seringnya petir yang terjadi di Jazan pada periode ini.

Mashhur menegaskan, hujan deras yang terjadi di wilayah ini selama Oktober merupakan bagian dari pola hujan yang biasa dalam siklus iklimnya. Ia menyebutkan, dampak hujan meluas ke sejumlah kabupaten, dengan wilayah pesisir Tihamah menjadi salah satu yang paling terdampak, tergantung distribusi awan, intensitas hujan, dan karakteristik topografi.

Menurut Mashhur, berdasarkan pembaruan terbaru dari Pusat Meteorologi Nasional, peluang hujan diperkirakan akan meningkat di sisa Oktober dan berlanjut hingga November di sejumlah kabupaten Jazan. Hal ini menuntut pemantauan cuaca secara berkala, terutama dengan kemungkinan terjadinya kembali hujan petir dan curah tinggi di beberapa lokasi.

Jazan sendiri mencatat hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, hujan turun di berbagai lokasi, sementara pada Rabu, 7 Oktober, curah hujan tercatat mencapai sekitar 33,7 mm, menurut data laporan sebelumnya dari Pusat Meteorologi Nasional, yang juga menyebutkan Jazan sebagai wilayah dengan curah hujan tertinggi hari itu.

Dengan berlanjutnya cuaca hujan, air mengalir di sejumlah sungai dan lembah, pegunungan diselimuti kabut dan awan tebal. Foto-foto yang diabadikan menunjukkan keragaman alam Jazan, mulai dari puncak gunung, dataran pertanian, hingga kawasan pesisir, menghadirkan pemandangan perpaduan hujan deras dan keindahan alam.

Pentingnya hujan ini tidak hanya pada keindahan visual, tetapi juga mendukung sumber daya air, memperbarui aliran sungai, memperkuat tutupan vegetasi dan padang rumput alami, serta kemungkinan air meresap ke dalam tanah untuk mengisi cadangan air tanah, tergantung jenis tanah, batuan, dan volume air yang tersedia.

Di balik optimisme akan musim hujan yang aktif, risiko yang menyertai hujan petir tetap ada, terutama banjir bandang, angin kencang turun, dan sambaran petir. Dalam laporan sebelumnya, kecepatan angin turun tercatat mencapai 130 kilometer per jam, angka yang perlu diverifikasi detail pengamatan, lokasi, dan waktunya sebelum dijadikan acuan kondisi hujan di wilayah ini.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi instruksi Pusat Meteorologi Nasional dan Pertahanan Sipil, menghindari lembah, aliran banjir, dan genangan air, serta tidak nekat melintasi jalan yang tergenang, demi keselamatan jiwa dan harta benda.

Di tengah derasnya hujan, kuatnya awan petir, dan keindahan alam yang tercipta, Jazan terus menikmati suasana musim gugur yang menawan. Perhatian kini tertuju pada perkembangan cuaca beberapa pekan ke depan, dengan harapan hujan membawa berkah yang memperkuat sumber daya air dan menyuburkan tanah, sembari tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti peringatan resmi sebagai prioritas yang tak kalah penting dari keindahan musim hujan.

Komentar (0)