Lompat ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pertahanan Sipil nyatakan Khomis Musyait kembali aman usai sirene peringatan

Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan situasi di Khomis Musyait telah kembali normal setelah sebelumnya mengaktifkan sirene peringatan dini, dan mengimbau warga tetap mengikuti instruksi keselamatan.

AJEL Indonesia45 hari lalu · 1 mnt baca
Mobil Pertahanan Sipil Arab Saudi di Khomis Musyait

Poin Utama

AI

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil mengumumkan pada Sabtu bahwa kondisi bahaya yang sempat memicu aktivasi sistem peringatan dini di Khomis Musyait kini telah berakhir. Situasi telah kembali normal, namun masyarakat diimbau tetap mematuhi instruksi pencegahan demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, Pertahanan Sipil telah membunyikan sirene peringatan dan meminta masyarakat untuk tidak berkerumun atau mengambil gambar, serta tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya.

Direktorat menjelaskan bahwa jika menerima pesan peringatan dari platform nasional peringatan dini, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi. Warga juga disarankan segera menuju tempat aman di dalam gedung atau ruangan tertutup yang jauh dari jendela, dan tetap berada di sana hingga situasi dinyatakan aman.

Direktorat menegaskan pentingnya tidak keluar dari rumah atau gedung sebelum bahaya benar-benar hilang, menjauhi area terbuka dan kaca, serta tidak berada di balkon atau atap. Jika berada di luar ruangan, segera masuk ke gedung terdekat atau berlindung di balik penghalang yang kokoh.

Pertahanan Sipil juga mengingatkan untuk tidak berkerumun atau mengambil gambar di lokasi kejadian, serta menjauhi area berbahaya. Jika menerima pesan peringatan saat mengemudi, segera menepi di tempat aman yang jauh dari jembatan dan gedung tinggi. Warga diimbau menghubungi nomor darurat (911) untuk wilayah Mekkah, Madinah, Riyadh, dan wilayah Timur, serta (998) untuk wilayah lain di Arab Saudi jika melihat potensi bahaya, dan selalu mengikuti informasi resmi dari kanal pemerintah.

Komentar (0)