Kementerian Lingkungan Hidup lakukan lebih dari 26 ribu inspeksi untuk jamin keberlanjutan pasokan pangan
Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi melakukan lebih dari 26 ribu inspeksi di pasar umum selama kuartal ketiga 2026 untuk memastikan keamanan produk dan keberlanjutan pasokan pangan.
Poin Utama
AIKementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi meningkatkan pengawasan dan inspeksi di pasar umum di berbagai wilayah kerajaan selama kuartal ketiga 2026. Tim pengawas kementerian melakukan 26.118 inspeksi pada Juli, Agustus, dan September untuk memastikan keamanan dan kualitas produk pertanian serta hewan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memantau ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.
Inspeksi ini mencakup pasar sayur dan buah, ternak, daging, unggas, ikan, dan burung, serta peternakan, rumah potong hewan, dan aktivitas terkait lainnya. Upaya difokuskan pada lokasi dan aktivitas prioritas serta berisiko tinggi, memastikan kepatuhan terhadap standar dan persyaratan dalam distribusi, penataan, dan penjualan, serta memantau praktik yang memengaruhi keamanan dan kualitas produk.
Hasil inspeksi pengawasan
Kementerian menjelaskan bahwa pada Juli 2026, dilakukan 3.729 inspeksi yang menghasilkan 335 pelanggaran dan 571 peringatan. Pada Agustus, lebih dari 12.220 inspeksi dilakukan, dan pada September, 10.169 inspeksi dilakukan dengan melibatkan 1.165 petugas pengawas dan mencakup sekitar 17.857 usaha.
Pada kuartal ketiga, kementerian memfokuskan pengawasan pada produk pertanian dan hewan, memastikan keamanan produk yang beredar, memantau ketersediaan dan stabilitas pasokan, serta memastikan keamanan kurma dan produk turunannya sesuai standar yang berlaku.
Indikator swasembada dan dukungan ketahanan pangan
Inspeksi lapangan menunjukkan ketersediaan dan stabilitas pasokan produk pangan di pasar. Tingkat swasembada untuk kurma mencapai 127%, susu dan produk olahannya 120%, telur 105%, sayuran 82%, produk unggas 76%, ikan 69%, daging merah 55%, buah-buahan 36%, dan gandum 25%.
Indikator ini mencerminkan kemajuan sistem ketahanan pangan nasional dan upaya kementerian dalam meningkatkan kapasitas produksi lokal, memperkuat cadangan strategis komoditas utama, serta meningkatkan kesiapan rantai pasok untuk mendukung keberlanjutan ketersediaan pangan dan memenuhi permintaan domestik.
Peningkatan pengawasan dan sinergi dengan instansi terkait
Kementerian terus mengembangkan sistem pengawasan dengan menerapkan pendekatan berbasis risiko dan mengarahkan sumber daya ke aktivitas prioritas, serta meningkatkan edukasi dan kesiapan petugas pengawas. Kementerian juga berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan kepatuhan terhadap regulasi di pasar dan rumah potong hewan, guna melindungi konsumen dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.
Kementerian menegaskan akan terus melakukan inspeksi dan meningkatkan kesiapan timnya untuk memantau pasar umum dan aktivitas terkait, guna mendukung pencapaian target ketahanan pangan sesuai dengan Visi Saudi 2030.
