Lompat ke konten
Sabtu, 1 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Kedutaan Besar AS di Baghdad Imbau Warganya Siap Tinggalkan Irak

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad dan Konsulat Jenderal di Erbil mengimbau warga AS di Irak dan sekitarnya untuk waspada dan bersiap menghadapi potensi eskalasi keamanan.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Kedutaan Besar AS di Baghdad

Poin Utama

AI

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad dan Konsulat Jenderal AS di Erbil mengimbau warga negara Amerika yang berada di Irak dan kawasan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan, memperingatkan adanya kemungkinan eskalasi keamanan yang tak terduga di tengah berlanjutnya ketegangan regional.

Menurut peringatan keamanan yang dikeluarkan kedua perwakilan diplomatik tersebut, warga AS diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan atau penutupan sementara wilayah udara, serta gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan dalam waktu dekat.

Peringatan itu juga menyebutkan bahwa sejumlah maskapai di kawasan telah menunda jadwal penerbangan mereka, sementara maskapai lain membatalkan sejumlah rute, sehingga membatasi pilihan perjalanan. Warga AS pun diimbau mempertimbangkan untuk meninggalkan Irak atau setidaknya bersiap jika terjadi eskalasi keamanan baru.

Langkah ini diambil setelah Kedutaan Besar AS di Baghdad menerapkan instruksi keamanan baru yang membatasi pergerakan stafnya dan mewajibkan mereka tetap berada di dalam kompleks diplomatik hingga pemberitahuan lebih lanjut, sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran keamanan, menurut sumber yang dikutip oleh Al Arabiya dan Al Hadath.

Sumber tersebut menambahkan bahwa sejumlah perwakilan diplomatik Barat juga telah menata ulang mobilitas stafnya dan membatasi aktivitas di luar kantor kedutaan, bersamaan dengan peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan langkah-langkah pengamanan.

Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan agar serangan militer terhadap Iran tetap dilanjutkan, dengan kemungkinan dimulainya gelombang baru serangan pada Minggu besok, setelah upaya diplomasi dinilai belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Surat kabar tersebut, mengutip sumber yang mengetahui situasi, menambahkan bahwa gelombang baru serangan AS dapat dimulai pada akhir pekan ini dan berlangsung selama beberapa hari, meskipun negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung.


Komentar (0)