Kremlin: Terlalu Dini Tanggapi Laporan Penghentian Serangan Udara dengan Ukraina
Juru bicara Kremlin menyatakan terlalu dini untuk menanggapi laporan bahwa Amerika Serikat dan Ukraina membahas kemungkinan penghentian serangan udara demi mengakhiri perang.
Poin Utama
AIJuru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan terlalu dini untuk menanggapi laporan yang menyebut Amerika Serikat dan Ukraina tengah membahas kemungkinan penghentian serangan udara sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang.
Menurut kantor berita Reuters, seorang sumber Ukraina menyebut pejabat Ukraina dan Amerika telah mendiskusikan usulan penghentian serangan udara timbal balik untuk diajukan kepada Rusia, dalam upaya baru menghidupkan kembali pembicaraan damai guna mengakhiri perang yang dipicu invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.
Sumber tersebut, sebagaimana dikutip "Reuters", menambahkan bahwa Ukraina sebelumnya telah mengajukan proposal gencatan senjata kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, namun ditolak. Meski demikian, sebagian pejabat meyakini tekanan ekonomi terhadap Rusia akibat serangan drone dan rudal Ukraina yang terus berlangsung dapat mendorong Putin untuk lebih fleksibel dalam sikapnya.
Sementara itu, kantor berita Rusia Interfax mengutip juru bicara Kremlin yang mengatakan, "Kami tidak mengetahui sejauh mana kredibilitas atau sumber laporan ini... Ini hanya laporan media, tidak lebih. Karena itu, terlalu dini untuk mengomentarinya pada tahap ini."
Pejabat Rusia menyampaikan harapan agar utusan Amerika dapat berkunjung ke Moskow ketika jadwal memungkinkan, dan dialog dengan Washington tetap berlanjut.
Perlu diketahui, upaya Amerika Serikat untuk menengahi kesepakatan damai sebagian besar mengalami hambatan dalam beberapa bulan terakhir, sementara perhatian diplomatik juga mulai beralih ke perang dengan Iran.
