Lompat ke konten
Sabtu, 1 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Trump Pertimbangkan Serangan Mendadak ke Fasilitas Energi Iran, Israel Tingkatkan Kesiagaan

Amerika Serikat mempertimbangkan serangan baru ke fasilitas energi Iran, sementara Israel meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi militer di tengah ketegangan dengan Teheran.

AJEL Indonesia45 mnt lalu · 1 mnt baca
Donald Trump dan fasilitas energi Iran

Poin Utama

AI


Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan serangan baru terhadap fasilitas energi dan infrastruktur di Iran, sementara Israel meningkatkan status siaga menghadapi kemungkinan eskalasi militer, di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Washington dan Teheran.

Situs berita Axios mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Iran "sangat agresif dalam beberapa hari terakhir", dan menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk segera memerintahkan serangan yang menargetkan fasilitas energi di dalam Iran.

Menurut laporan tersebut, kampanye serangan udara Amerika Serikat yang mungkin dilakukan akan menargetkan fasilitas energi dan infrastruktur, sebagai upaya menekan Iran agar menyetujui syarat-syarat Amerika Serikat dalam negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa serangan tersebut bisa saja melibatkan Israel untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir, namun memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat mendorong Iran melancarkan serangan rudal terhadap Israel.

Di Israel, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, mengutip sumber-sumber, bahwa Angkatan Udara telah meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udara.

Sementara itu, saluran televisi Israel Channel 12 menyebutkan bahwa Israel berada dalam kondisi siaga tinggi menunggu kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran, meski sejumlah perkiraan menunjukkan Amerika Serikat dapat melancarkan serangan kuat tanpa keterlibatan Israel.

Sementara itu, Gedung Putih dalam pernyataannya kepada Channel 13 Israel menegaskan, "Iran akan membayar harga yang sangat mahal sampai mereka mau kembali ke meja perundingan".


Komentar (0)