Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Sekjen Liga Arab desak Trump segera bertindak demi perdamaian Palestina dan kawasan Teluk

Sekjen Liga Arab, Nabil Fahmy, memperingatkan situasi di kawasan kian genting dan mendesak Presiden Trump segera bertindak untuk menyelamatkan perdamaian di Palestina dan Teluk.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Nabil Fahmy berbicara soal perdamaian Palestina dan Teluk

Poin Utama

AI

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, memperingatkan bahwa "situasi di kawasan tengah menuju titik yang sangat berbahaya dan mendekati momen ledakan di berbagai bidang akibat ketegangan dan kebuntuan yang melanda isu Palestina di satu sisi, serta eskalasi tak terkendali dan kebijakan brinkmanship yang mewarnai krisis Teluk di sisi lain".

Dalam pernyataan resmi Liga Arab di laman resminya di platform X, Fahmy mengatakan, "Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, dan khususnya pemerintah Amerika Serikat diminta untuk memikul tanggung jawab ini. Apalagi, Presiden Trump telah mengambil inisiatif meluncurkan rencana perdamaian pada Oktober lalu untuk mengakhiri perang di Gaza, namun tahap kedua rencana itu masih mandek setelah sembilan bulan sejak diluncurkan. Sementara itu, dua juta warga Palestina di Gaza masih tinggal di tenda-tenda reyot, dikepung penyakit dan kelaparan, sementara para pejabat pemerintah Israel berbicara soal permukiman jangka panjang dan Israel terus memperluas penguasaan lahannya di wilayah tersebut."

Menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel, Sekjen Liga Arab meminta Presiden AS menahan ambisi ekstrem pemerintah Israel yang berupaya menggagalkan proyek perdamaian di Sharm el-Sheikh, menghentikan pelanggaran berulang di Yerusalem, serta membatasi aksi kelompok pemukim yang menyerang dan membunuh warga Palestina tak bersenjata di Tepi Barat. Ia juga menyoroti upaya pemerintah Israel untuk menghapus sepenuhnya keberadaan Palestina melalui perluasan permukiman, melanjutkan proyek pengusiran, serta melemahkan Otoritas Palestina dengan menahan dana dalam jumlah besar milik Palestina.

Sekjen Liga Arab menambahkan, "Presiden Trump berperan penting dalam tercapainya rencana dua puluh poin yang didukung Liga Arab dan Dewan Keamanan PBB, bertujuan membangun kembali Gaza dan membuka jalan menuju terwujudnya negara Palestina." Fahmy menekankan pentingnya Presiden AS menghadapi taktik pengelakan Israel yang bertujuan mengosongkan rencana perdamaian dari substansinya, memperpanjang status quo di Gaza tanpa batas waktu, dan melaksanakan aneksasi de facto di Tepi Barat.

Dalam konteks peringatan atas bahaya situasi di Timur Tengah, khususnya di kawasan Teluk, Sekjen Liga Arab meminta agar segera kembali pada komitmen kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran serta melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri krisis, mengembalikan stabilitas kawasan, menghormati kedaulatan dan kepentingan negara-negara tetangga, serta membuka jalur pelayaran yang aman di Teluk Arab dan Bab el-Mandeb.

Nabil Fahmy menegaskan bahwa "gelombang eskalasi terakhir dari Iran dan kelompok Houthi terhadap negara-negara Teluk Arab dan Yordania sangat ditolak." Ia menekankan perlunya segera mengakhiri pelanggaran dan serangan, dengan memulai kebijakan penurunan eskalasi, kembali ke jalur diplomasi, serta menghormati hukum dan legitimasi internasional secara penuh dan tegas.

Komentar (0)