Lompat ke konten
Selasa, 4 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Spanyol Umumkan 70 Ribu Migran Kembali ke Maroko, Didukung Uni Eropa

Pemerintah Spanyol menyatakan sekitar 72 ribu migran masuk ke Ceuta sejak Kamis lalu, dan sekitar 70 ribu di antaranya telah kembali ke Maroko, sementara Uni Eropa menegaskan dukungannya terhadap langkah Madrid.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Migran di perbatasan Ceuta dan Maroko

Poin Utama

AI

Pemerintah Spanyol mengumumkan bahwa sekitar 72 ribu migran telah memasuki Kota Ceuta sejak Kamis lalu, dengan sekitar 70 ribu di antaranya sudah kembali ke Maroko. Pada saat yang sama, Uni Eropa menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil Madrid dan berjanji memperkuat mekanisme peringatan dini untuk menghadapi krisis migrasi.

Menurut Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, Pusat Intelijen Nasional Spanyol tidak memberikan peringatan sebelumnya terkait kemungkinan terjadinya krisis migrasi sebesar ini, yang telah menyebabkan lebih dari 80 orang meninggal dunia saat mencoba menyeberangi perbatasan.

Pernyataan menteri tersebut disampaikan usai pertemuan luar biasa para menteri dalam negeri negara-negara Uni Eropa yang digelar secara virtual atas permintaan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dan didukung oleh 22 negara anggota. Para peserta pertemuan menyampaikan "solidaritas penuh" mereka kepada Spanyol dan menegaskan komitmen untuk mengembangkan sistem peringatan dan respons Eropa terhadap krisis serupa.

Grande-Marlaska menyebut pertemuan itu "sangat konstruktif", dan menambahkan bahwa negara-negara peserta memuji kecepatan dan efektivitas respons otoritas Spanyol, meskipun sebelumnya beberapa negara sempat menyampaikan kekhawatiran terkait pengelolaan risiko di perbatasan selatan Eropa.

Ia juga menjelaskan bahwa Kota Ceuta memiliki status khusus dalam kawasan Schengen, di mana tidak ada seorang pun yang diizinkan meninggalkan kota menuju wilayah Spanyol atau Eropa lainnya tanpa pemeriksaan dokumen perjalanan yang ketat.

Grande-Marlaska menegaskan bahwa badan intelijen tidak menerima informasi apapun yang mengindikasikan kemungkinan terulangnya peristiwa Mei 2021, ketika sekitar 10 ribu orang memasuki Ceuta dalam beberapa jam saja. Ia menambahkan, jika informasi seperti itu tersedia, pasti sudah sampai ke tingkat tertinggi negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Integrasi, Jaminan Sosial, dan Migrasi sekaligus juru bicara pemerintah Spanyol, Elma Saiz, mengumumkan alokasi tambahan sebesar 25 juta euro untuk Kota Ceuta guna mendukung perawatan anak-anak migran tanpa pendamping, di samping 5,5 juta euro yang telah disetujui pada Juli lalu.

Komentar (0)