Lompat ke konten
Senin, 3 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Dewan Ahli Kepemimpinan Iran: Sikap Mojtaba Khamenei Jadi Rujukan, Kesepakatan dengan AS Dinilai Sia-sia

Dewan Ahli Kepemimpinan Iran menyerukan seluruh pejabat mematuhi arahan Mojtaba Khamenei dan menilai kepercayaan pada Amerika Serikat tidak membawa hasil.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Dewan Ahli Kepemimpinan Iran gelar pertemuan

Poin Utama

AI

Dewan Ahli Kepemimpinan Iran menyerukan kepada seluruh pejabat negara untuk sepenuhnya mematuhi sikap dan arahan yang disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Amerika Serikat atau harapan tercapainya kesepakatan dengan Washington "tidak ada gunanya".

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin ini, dewan tersebut menyebut pesan-pesan yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei sebagai "pesan penuntun", dan pandangannya harus menjadi "pedoman" bagi para pejabat di lembaga-lembaga negara. Dewan menegaskan bahwa setiap upaya untuk memperjuangkan hak-hak Iran harus dilakukan dalam kerangka pandangan dan kebijakan yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei.

Pernyataan itu juga menuduh Amerika Serikat "berulang kali melanggar nota kesepahaman", dan menekankan bahwa mematuhi pandangan wali faqih adalah "kewajiban rasional dan syar'i", serta menyebutnya sebagai "poros utama persatuan".

Pernyataan ini muncul di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan kelanjutan negosiasi dengan pihak Iran. Dewan Ahli Kepemimpinan menilai kepercayaan pada pemerintah Amerika "hanyalah ilusi", dan "harapan untuk mencapai pemahaman dan kesepakatan dengan rezim arogan ini tidak akan menghasilkan apa-apa", sebagaimana tercantum dalam pernyataan tersebut.

Pernyataan ini juga bertepatan dengan berlanjutnya perbedaan pendapat di ranah politik Iran sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan Washington. Pada Juli 2026, sejumlah anggota Dewan Ahli Kepemimpinan menerbitkan surat terbuka yang memuat sejumlah syarat yang bertentangan dengan beberapa ketentuan dalam nota kesepahaman bilateral.

Tekanan terhadap tim perunding pun meningkat setelah beredarnya surat yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei, yang menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran "pada prinsipnya memiliki pandangan berbeda" terkait kesepakatan dengan Washington.


Komentar (0)