Lompat ke konten
Sabtu, 1 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Wall Street Journal: Trump Perintahkan Serangan Lanjutan ke Iran, Putaran Baru Bisa Dimulai Minggu

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Wall Street Journal melaporkan kemungkinan dimulainya serangan AS ke Iran pada Minggu.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Donald Trump dalam rapat keamanan nasional

Poin Utama

AI


Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru eskalasi, setelah Wall Street Journal memperkirakan putaran baru serangan militer AS terhadap Iran bisa dimulai pada Minggu besok. Saat ini, Washington tengah mempertimbangkan untuk menargetkan fasilitas energi dan infrastruktur, sementara Teheran mengancam akan melakukan balasan besar jika target tersebut diserang.

Mengutip sumber yang mengetahui situasi, surat kabar tersebut menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan kelanjutan serangan militer setelah menilai jalur diplomasi tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Serangan ini diperkirakan dapat dimulai pada akhir pekan dan berlangsung selama beberapa hari, meski negosiasi antara kedua pihak masih berjalan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Trump telah memberi tahu para pembantunya bahwa kepercayaannya terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran melalui negosiasi semakin menurun. Ia menuduh pejabat Iran tidak serius dalam perundingan, sembari menegaskan komitmennya mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa presiden tengah mempertimbangkan serangan yang menargetkan fasilitas energi dan infrastruktur di Iran dalam beberapa hari mendatang, meski keputusan akhir belum diambil. Tujuan operasi ini adalah meningkatkan tekanan pada Teheran agar menerima syarat-syarat Amerika Serikat dalam pembicaraan gencatan senjata.

Pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa operasi yang mungkin dilakukan ini bisa melibatkan Israel untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir, yang berpotensi mendorong Iran melanjutkan serangan roket ke Israel.

Perkembangan ini terjadi setelah Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya di Camp David pada Jumat malam untuk meninjau perkembangan perang dan opsi militer. Ia kemudian menyetujui kelanjutan serangan setelah menilai operasi sebelumnya belum mencapai tingkat pencegahan yang diinginkan, menurut laporan surat kabar tersebut.

Sementara itu, militer Iran menuduh Amerika Serikat tengah menuju "eskalasi ketegangan" di Timur Tengah. Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menyatakan bahwa Washington "bergerak cepat menuju peningkatan ketegangan di kawasan".

Kantor berita Tasnim juga mengutip seorang pejabat keamanan senior Iran yang mengatakan bahwa penyerangan terhadap infrastruktur Iran akan menjadi "tindakan gila". Ia menegaskan Teheran telah menyiapkan rencana balasan besar yang menargetkan fasilitas vital di Israel dan infrastruktur energi Amerika di kawasan, serta siap untuk melaksanakannya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden AS tidak menutup kemungkinan memperluas daftar target di Iran jika Teheran terus menyerang pasukan Amerika atau negara-negara di kawasan. Sementara itu, Garda Revolusi Iran berjanji akan melanjutkan serangannya, yang memperbesar kemungkinan terjadinya saling serang di tengah menipisnya peluang solusi politik.


Komentar (0)