Trump desak senator Partai Republik sahkan aturan waktu musim panas permanen
Mantan Presiden AS Donald Trump kembali mendesak senator Partai Republik agar segera mengesahkan RUU waktu musim panas permanen yang telah lolos di DPR.
Poin Utama
AIMantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini kembali menekan agar RUU "Perlindungan Sinar Matahari" (Sunshine Protection Act) segera disahkan, yang akan menjadikan waktu musim panas berlaku sepanjang tahun dan mengakhiri perubahan jam dua kali setahun. Ia meminta para senator Partai Republik untuk mencabut keberatan mereka yang menghambat pengesahan undang-undang itu di Senat dan segera meloloskannya.
Dalam sebuah unggahan, Trump menyatakan bahwa "sebagian besar rakyat Amerika telah bertahun-tahun meminta agar waktu musim panas dijadikan permanen, namun belum ada pemerintahan yang berhasil mewujudkannya — hingga kini." Ia dengan bangga mengumumkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui RUU tersebut dan kini menunggu persetujuan akhir dari Senat. Trump menambahkan bahwa masyarakat "sudah lelah harus mengubah jam dua kali setahun... Hal itu bodoh, mengganggu, dan dalam beberapa kasus sangat mahal."
Trump — menurut pernyataannya — memaparkan sejumlah manfaat tambahan waktu terang di sore hari, mulai dari menurunkan angka perampokan, pembunuhan, dan kecelakaan lalu lintas "terutama yang melibatkan pejalan kaki", hingga mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan depresi musiman, serta mendorong sektor olahraga, pariwisata, dan restoran, serta menghemat tagihan energi. Ia menutup pernyataannya: "Ini isu yang didukung oleh Partai Republik, Demokrat, dan independen... Saya meminta senator Partai Republik mencabut keberatan mereka dan memungkinkan pengesahan undang-undang ini."
Mengapa Trump menyoroti partainya sendiri?
Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan RUU ini pada pertengahan Juli lalu dengan 308 suara setuju berbanding 117, dengan penolakan dari 22 anggota Partai Republik dan 95 Demokrat. RUU itu kini berada di Senat, namun menghadapi jalan yang tidak pasti; sebelumnya, versi Senat dari undang-undang ini terhambat setelah Senator Partai Republik Tom Cotton menolak pengesahan cepat secara aklamasi, dengan alasan potensi dampak negatif di wilayah yang mataharinya baru terbit setelah pukul sembilan pagi, yang berimplikasi pada perjalanan kerja dan sekolah pagi hari yang gelap dan berbahaya.
Ironisnya, Senat sendiri pernah meloloskan undang-undang ini secara aklamasi pada 2022, namun saat itu justru gagal di Dewan Perwakilan Rakyat — kedua kamar saling bertukar peran dalam menggagalkannya. RUU yang diajukan oleh anggota DPR dari Partai Republik asal Florida, Vern Buchanan, ini akan menetapkan waktu musim panas yang berlaku saat ini dari Maret hingga November menjadi waktu standar nasional, dengan opsi bagi negara bagian untuk memilih keluar sebelum aturan diberlakukan. Sekitar 20 negara bagian telah lebih dulu mengesahkan undang-undang untuk menerapkan waktu musim panas permanen jika Kongres menyetujui aturan tersebut.
