Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Militer Lebanon: Serangan Israel Hambat Penyebaran Pasukan Kami di Selatan

Militer Lebanon menyatakan serangan dan pelanggaran Israel di wilayah selatan, termasuk penghancuran rumah, menghambat penyebaran pasukan Lebanon.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Tentara Lebanon berjaga di perbatasan selatan

Poin Utama

AI

Militer Lebanon menegaskan bahwa Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran terhadap kesepakatan dengan penghancuran rumah secara sistematis dan penggusuran di wilayah selatan negara itu.

Militer Lebanon menambahkan, berlanjutnya serangan Israel menghambat penyebaran penuh pasukan mereka sesuai kesepakatan yang ada. Disebutkan pula bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat pos-pos militer Lebanon di Kfartibnit, Nabatieh Fawqa, dan Zawtar Gharbi, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan yang dirilis oleh Kantor Berita Nasional Lebanon.

Militer Lebanon melanjutkan, pasukan Israel juga telah mengambil alih puing-puing di daerah perbatasan, meledakkan proyek air milik Otoritas Nasional Sungai Litani di kota Markaba, Marjayoun, serta membakar pohon zaitun tua dan lahan pertanian yang luas, terakhir di pinggiran kota Aitaroun, Bint Jbeil. Semua itu terjadi bersamaan dengan penembakan di dekat pos militer Lebanon di Kfartibnit, Nabatieh Fawqa, dan Zawtar Gharbi, sehingga menghambat pelaksanaan tugas mereka.

Ditambahkan pula, pasukan militer Lebanon terus mendampingi kembalinya warga ke kota Zawtar Gharbi dan menjalankan tugas di kota tersebut demi menjaga keselamatan warga, serta di wilayah Frun dan Srifa, dengan koordinasi bersama kelompok koordinasi militer khusus untuk Lebanon.
Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Joseph Aoun, sebelumnya telah menyerahkan rencana kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungannya ke AS, yang bertujuan membatasi kepemilikan senjata hanya pada negara Lebanon dan mengakhiri status militer independen Hizbullah, sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan Lebanon-Israel dan pemulihan otoritas negara di seluruh wilayahnya.

Komentar (0)